Penembakan warga sipil oleh kelompok OPM di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

WHAT: Penembakan warga sipil oleh kelompok OPM di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
WHO: OPM; warga sipil (3 korban: seorang wanita dan dua anak); TNI Satgas; Kodim 1714/Puncak Jaya; PMI; RSUD Mulia
WHEN: Rabu, 15-04-2026 pagi
WHERE: Distrik Sinak, -, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah
HOW/Chronology: OPM menembak tiga warga sipil (wanita dan dua anak) di Distrik Sinak. Korban luka-luka dievakuasi ke RSUD Mulia. Satgas TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya dan PMI menuju lokasi untuk evakuasi dan penanganan medis. Ketiga korban kini dirawat di RSUD Mulia; kondisi sadar.
WHY: Diduga tindakan kekerasan oleh Kelompok OPM terhadap warga sipil.

Analisis Level Ancaman

Skala: kecamatan
Kerusakan: fasilitas umum
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Penembakan warga sipil oleh kelompok OPM di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah; 3 warga luka-luka.
Opini: Analisis: Kekerasan bersenjata terhadap warga sipil di Papua Tengah menunjukkan meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut meski tidak ada korban meninggal. Penanganan cepat oleh TNI dan PMI serta evakuasi ke RSUD Mulia adalah langkah penting, tetapi perlindungan warga sipil perlu ditingkatkan. Prediksi: Jika konflik bersenjata berlanjut tanpa solusi damai, potensi kejadian serupa bisa meningkat, berisiko menambah korban dan memperburuk iklim kemanusiaan setempat. Rekomendasi: 1) Perkuat perlindungan dan patroli gabungan untuk warga sipil; 2) Pastikan akses evakuasi dan fasilitas kesehatan aman; 3) Lakukan penyelidikan transparan terhadap insiden dan proses hukum terhadap pelaku; 4) Libatkan tokoh setempat untuk mencegah eskalasi, serta tingkatkan koordinasi antar instansi (TNI/Polri/PMI) dan kapasitas bantuan kemanusiaan; 5) Dorong dialog damai jangka panjang untuk mengurangi kekerasan di masa mendatang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5

Tabrakan kereta KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat; korban meninggal dunia total 16 orang.

WHAT: Tabrakan kereta KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat; korban meninggal dunia total 16 orang.
WHO: KRL Commuter Line; KA Argo Bromo Anggrek; penumpang kedua kereta; Basarnas; KNKT; KAI; RSUD Kota Bekasi; pemerintah daerah.
WHEN: Senin, 27-04-2026
WHERE: Stasiun Bekasi Timur, -, Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat
HOW/Chronology: KRL berhenti karena kejadian di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur; KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL dari belakang di stasiun tersebut; evakuasi korban berlangsung; pada 28-04-2026 pukul 08:00 WIB evakuasi selesai; 27 perjalanan KA dibatalkan; 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
WHY: Penyebab pasti belum diketahui; penyelidikan KNKT sedang berlangsung; diduga peristiwa ini terkait gangguan pada perlintasan akibat taksi hijau yang berada di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Analisis Level Ancaman

Media: Darat
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: korban luka-luka 62 – 122
Perihal: Kecelakaan tabrakan kereta api antara KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh, dengan faktor dugaan temperan taksi hijau pada perlintasan dekat stasiun yang mengganggu sistem perlintasan. Hal ini menunjukkan potensi kelemahan pada manajemen perlintasan dan koordinasi antarpelaksana kereta serta pihak terkait. Prediksi: Jika langkah peningkatan keselamatan perlintasan dan evaluasi proses operasional tidak dilakukan, risiko kejadian serupa bisa berulang terutama di jalur sibuk seperti wilayah Bekasi/Jakarta. Rekomendasi: Perkuat proteksi perlintasan (gerbang otomatis, sinyal yang lebih andal, CCTV), tingkatkan koordinasi antara KAI, KNKT, dan otoritas terkait, lakukan audit keselamatan berkala di stasiun Bekasi Timur dan sekitarnya, berikan pelatihan keselamatan bagi kru kereta dan pengemudi taksi yang melintas di perlintasan, serta publikasikan temuan investigasi KNKT untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5

Banjir bandang di Wisata Guci Tegal

WHAT: Banjir bandang di Wisata Guci Tegal
WHO: BNPB; Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
WHEN: Sabtu, 20-12-2025 16:30
WHERE: Wisata Guci, -, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
HOW/Chronology: Banjir bandang melanda Wisata Guci pada 20-12-2025 pukul 16:30 WIB akibat hujan deras berkepanjangan; aliran Sungai Gung meluap dan menerjang kawasan wisata; kolam air panas Pancuran 13 RB tergerus, 13 jembatan hilang, beberapa pipa aliran air hanyut; tidak ada korban; area Pancuran 13 ditutup; warga sepanjang aliran Sungai Gung diminta waspada.
WHY: Hujan dengan intensitas tinggi berangsur lama menyebabkan aliran sungai meluap dan menerjang kawasan Wisata Guci.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir bandang di objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal
Opini: Analisis: Banjir bandang terjadi karena hujan intensitas tinggi dalam waktu lama yang mengakibatkan luapan sungai dan menerjang kawasan wisata Guci, merusak fasilitas seperti kolam air panas, jembatan, dan jaringan pipa. Meskipun sejauh ini tidak ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur berpotensi mengganggu akses dan aktivitas pariwisata serta menimbulkan risiko keamanan bagi pengunjung. Prediksi: Jika curah hujan tetap tinggi atau banjir susulan terjadi, dampak terhadap infrastruktur wisata bisa bertambah dan potensi korban bisa meningkat jika area tetap ramai tanpa penanganan yang memadai. Rekomendasi: 1) Tutup sementara dan lakukan evaluasi serta perbaikan fasilitas yang terdampak; 2) Bersihkan lumpur, pasir, dan batu serta perbaiki jembatan dan sistem aliran air; 3) Tingkatkan pemantauan sungai dan siapkan pos darurat serta jalur evakuasi; 4) Sosialisasikan langkah kesiapsiagaan kepada pengelola dan pengunjung; 5) Koordinasikan penanganan dengan BPBD, BNPB, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk pemulihan dan mitigasi banjir bandang di wilayah wisata.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

KPK OTT (operasi tangkap tangan) di Kalimantan Selatan terkait dugaan pemerasan, dengan penyitaan uang tunai ratusan juta rupiah.

WHAT: KPK OTT (operasi tangkap tangan) di Kalimantan Selatan terkait dugaan pemerasan, dengan penyitaan uang tunai ratusan juta rupiah.
WHO: KPK; dua oknum jaksa (Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara); seorang swasta yang diduga sebagai perantara.
WHEN:
WHERE: Operasi tangkap tangan KPK; desa/kelurahan: -; kecamatan: -; kabupaten: Hulu Sungai Utara; provinsi: Kalimantan Selatan
HOW/Chronology: KPK mengamankan dua oknum jaksa dan seorang swasta sebagai perantara dalam OTT terkait dugaan pemerasan. Uang tunai ratusan juta rupiah turut disita. Para pihak akan diperiksa secara intensif dan masih berstatus terperiksa.
WHY: Dugaan pemerasan

Analisis Level Ancaman

Senjata: tanpa senjata
Sarana: tanpa kendaraan
Metode: terorganisir
Jaringan: lokal
Dukungan: dalam negeri
Bisnis: tak berbisnis
Skill: terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: kekayaan
Intensitas: kadang-kadang
Komitmen: terencana
Instrumen: fisik
Target: aparat sipil

Perihal: Penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan dan mengamankan dua oknum jaksa beserta seorang swasta yang diduga sebagai perantara dalam kasus dugaan pemerasan.

Opini dan Prediksi: Analisa: 1) Kasus ini menunjukkan adanya praktik korupsi dan pemerasan yang melibatkan oknum jaksa dan pihak swasta, menunjukkan adanya risiko korupsi di institusi hukum; 2) Skala operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK bersifat lokal dan terfokus pada kasus di Kalimantan Selatan, menunjukkan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh lembaga anti-korupsi; 3) Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa dan pihak swasta menunjukkan adanya kepentingan material yang menjadi motivasi utama dalam tindakan koruptif ini; 4) Level keahlian terlatih dari pelaku menunjukkan adanya pemahaman terhadap proses hukum yang dijadikan alat untuk melakukan tindakan korupsi; 5) Tindakan tersebut mungkin telah direncanakan dengan matang untuk memperoleh keuntungan finansial dari korupsi dan pemerasan.
Prediksi: 1) Kemungkinan adanya pengembangan kasus lebih lanjut terhadap jaringan korupsi dalam institusi hukum di daerah lain yang melibatkan oknum jaksa dan pihak swasta sebagai perantara; 2) Potensi peningkatan upaya pencegahan korupsi dan pemerasan di institusi hukum dengan memperkuat mekanisme pengawasan dan evaluasi terhadap oknum jaksa dan pegawai kejaksaan; 3) Adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap KPK dalam memberantas korupsi dan pemerasan institusi hukum; 4) Pelaksanaan pemeriksaan dan proses hukum terhadap oknum jaksa dan pihak swasta yang terlibat diharapkan akan memberikan efek jera dan sanksi yang tegas sebagai efek pencegahan bagi pelaku korupsi di masa depan.
Rekomendasi: 1) Penyelidikan menyeluruh terhadap kasus pemerasan dan korupsi yang melibatkan oknum jaksa dan pihak swasta, termasuk pelaksaan pemeriksaan dan proses hukum yang adil dan transparan; 2) Upaya penguatan sistem pengawasan internal di institusi hukum untuk mencegah praktik korupsi dan pemerasan; 3) Peningkatan kerjasama antara KPK, kejaksaan, dan aparat penegak hukum lainnya dalam upaya pemberantasan korupsi dan pemerasan di seluruh wilayah Indonesia; 4) Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya korupsi dan dampak negatifnya terhadap pembangunan dan keadilan; 5) Pemberian sanksi yang tegas dan efektif terhadap oknum jaksa, pegawai kejaksaan, dan swasta yang terlibat dalam praktik korupsi dan pemerasan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.15

Banjir bandang yang menewaskan tiga orang.

WHAT: Banjir bandang yang menewaskan tiga orang.
WHO: Tiga korban tewas: Tarzan (54), Lena (47), Surmuana (63); warga Desa Tanjung Harapan; BPBD Sumatera Selatan; warga terdampak banjir bandang.
WHEN: Selasa, 23-09-2025 02:15
WHERE: Banjir bandang; Desa Tanjung Harapan; Kecamatan Sundang Danau; OKU Selatan; Sumatera Selatan
HOW/Chronology: Hujan deras menyebabkan sungai meluap sehingga banjir bandang melanda Desa Tanjung Harapan. Ketiga korban yang sedang tidur di dalam rumah tersapu banjir. Jenazah ketiga korban ditemukan. Banjir juga menghanyutkan dua rumah, merusak delapan unit rumah, satu jembatan gantung terbawa arus, dan tenda mengalami kerusakan. BPBD mendirikan posko kesehatan; evakuasi dan penanganan darurat dilakukan.
WHY: Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir bandang di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sundang Danau, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada 23 September 2025.
Opini: Analisis: Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan menghanyutkan beberapa rumah serta merusak infrastruktur seperti jembatan gantung. Kerentanan rumah tidak tahan banjir dan minimnya sistem peringatan dini di tingkat desa menjadi faktor penyebab korban meski hanya tiga orang. Prediksi: Jika curah hujan tetap tinggi atau banjir susulan terjadi, potensi kerusakan dan korban bisa meningkat, terutama jika evakuasi tidak dilakukan segera dan infrastruktur penting tidak diperbaiki. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi dan pemantauan banjir melalui posko darurat desa; 2) Perbaiki atau pasang pengaman pada jembatan gantung serta lakukan penanganan darurat terhadap rumah-rumah rawan; 3) Tingkatkan kapasitas layanan kesehatan dan bantuan logistik di posko; 4) Lakukan inventarisasi kerusakan dan prioritas rehabilitasi infrastruktur publik; 5) Sosialisasi kesiapsiagaan banjir kepada warga desa, termasuk rencana evakuasi mandiri; 6) Koordinasikan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan pemerintahan daerah untuk merencanakan bantuan jangka pendek dan pemulihan jangka panjang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.

WHAT: Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.
WHO: BPBD DKI Jakarta; warga terdampak di RT/RW sekitar 42 lokasi; petugas pemantau genangan; kelurahan terkait
WHEN: Selasa, 18-11-2025 18:00
WHERE: Beberapa wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur
HOW/Chronology: Hujan deras sore itu menyebabkan genangan di 42 RT di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Genangan berkisar 30–90 cm; penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut (serta Kali Mampang untuk beberapa lokasi). BPBD DKI Jakarta memantau dan menugaskan petugas, warga diarahkan berhati-hati, dan layanan darurat 112 disiapkan.
WHY: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut (serta Kali Mampang)

Analisis Level Ancaman

Skala: kota
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir akibat hujan deras menggenangi 42 RT di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Opini: Analisis: Genangan ini disebabkan curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Sunter, dengan 42 RT tergenang dan ruas jalan terendam. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas drainase kota belum cukup untuk mengantisipasi hujan lebat serta dampak banjir dari sungai-sungai sekitar. BPBD Jakarta telah memantau genangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, namun diperlukan langkah nyata untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Prediksi: Jika curah hujan tinggi berlanjut, genangan bisa meluas ke kelurahan lain sehingga gangguan transportasi dan aktivitas warga bertambah. Surutnya genangan tergantung pada intensitas hujan dan efektivitas sistem drainase serta aliran Kali Krukut, Krukut, Mampang dan Sunter.
Rekomendasi: 1) Percepat pembersihan saluran air dan operasi pompa untuk mempercepat surutnya genangan; 2) Siapkan fasilitas penanganan darurat jangka pendek di kelurahan terdampak; 3) Perkuat komunikasi publik dan layanan darurat 112 untuk respons cepat; 4) Lakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur drainase serta normalisasi sungai untuk mitigasi banjir di masa depan; 5) Perkuat koordinasi lintas dinas terkait manajemen banjir dan edukasi masyarakat mengenai tindakan evakuasi mandiri.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Letusan Gunung Merapi yang menewaskan korban di Sleman, Yogyakarta.

WHAT: Letusan Gunung Merapi yang menewaskan korban di Sleman, Yogyakarta.
WHO: Korban meninggal dunia 161 orang; RS Sardjito Yogyakarta; Tim SAR, TNI, Relawan; warga Sleman; Gunung Merapi.
WHEN: 26-10-2010; 05-11-2010 dini hari
WHERE: Gunung Merapi, -, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
HOW/Chronology: Letusan Gunung Merapi menyebabkan 161 korban meninggal. 37 meninggal saat erupsi pada 26 Oktober 2010; 124 meninggal pada 5 November 2010. Korban dibawa ke RS Sardjito hingga 18.00 WIB; 91 korban dirawat (20 luka bakar, 71 nonluka); 12 jenazah di ruang forensik (10 dari evakuasi SAR/TNI/Relawan, 2 dari pasien). Pemakaman massal direncanakan untuk 13 November; evakuasi masih berlangsung.
WHY: Letusan Gunung Merapi (awan panas).

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka 62 – 122
Perihal: Letusan Gunung Merapi di Sleman, DI Yogyakarta pada 26 Oktober 2010 dan 5 November 2010, dengan total 161 korban meninggal dibawa ke RS Sardjito hingga 18
Opini: Analisis: Letusan Merapi menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang besar, dengan dua gelombang erupsi yang signifikan (26 Okt dan 5 Nov) dan tekanan besar pada fasilitas kesehatan seperti RS Sardjito. Evakuasi dan upaya penyelamatan masih berlangsung di wilayah sekitar Kali Gendol, menunjukkan kerapuhan infrastruktur dan respons darurat pada saat itu. Prediksi: Jika aktivitas Merapi berlanjut, kemungkinan korban tambahan tetap ada, terutama bagi warga di zona rawan aliran lava dan awan panas. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi warga di zona berbahaya; 2) Tingkatkan kapasitas fasilitas kesehatan dan forensik; 3) Koordinasikan SAR, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan Relawan secara terpadu; 4) Kelola pemakaman jenazah dengan etika dan efisiensi; 5) Perkuat logistik, perlengkapan, dan pelatihan relawan; 6) Tingkatkan komunikasi risiko dan edukasi kesiapsiagaan kepada publik; 7) Pantau aktivitas Gunung Merapi secara real-time dan siapkan rencana evakuasi lanjut.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.8

Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT.

WHAT: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT.
WHO: Gunung Lewotobi Laki-Laki; BNPB; PVMBG; penduduk setempat dan wisatawan terdampak; tim SAR/petugas.
WHEN: Minggu, 03-11-2024 24:00
WHERE: Gunung Lewotobi Laki-Laki, -, -, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
HOW/Chronology: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi sejak Minggu 3 November 2024 dini hari hingga Senin 4 November 2024 dini hari. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang; rumah-rumah ambruk, beberapa fasilitas terdampak; evakuasi warga dilakukan; PVMBG menaikkan status ke level IV (Awas); abu vulkanik mencapai sekitar 2.000 meter; pemerintah mengumumkan keadaan darurat hingga 31 Desember 2024 dan warga diminta menjauhi radius 7 km dari kawah.
WHY: Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang memicu erupsi; PVMBG menaikkan status menjadi level IV dan mengeluarkan peringatan.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: fasilitas umum
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT pada 3–4 November 2024; meningkat ke Level IV (Awas); beberapa rumah, sekolah, dan fasilitas lain rusak parah; korban meninggal mencapai 10; keadaan darurat diberlakukan hingga 31 Desember 2024.
Opini: Analisis: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur dengan status siaga level IV (Awas) menunjukkan bahaya signifikan bagi warga sekitar serta kerusakan pada rumah, sekolah, dan fasilitas publik; korban meninggal 10 menunjukkan dampak langsung pada pemukiman. Prediksi: jika hujan turun, risiko lahar dan abu bisa meningkat, berpotensi memperluas area terdampak dan memperpanjang masa tanggap darurat. Rekomendasi: 1) Perluasan zona evakuasi dan penyediaan tempat pengungsian aman; 2) distribusi masker, alat pelindung pernapasan, dan panduan keselamatan; 3) perkuat koordinasi antara PVMBG, BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan relawan; 4) jamin ketersediaan logistik, air bersih, makanan, layanan kesehatan; 5) evaluasi infrastruktur kritis dan rencana mitigasi lahar serta evakuasi jangka pendek-panjang; 6) komunikasi risiko rutin agar warga patuh terhadap instruksi otoritas.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5

Erupsi Gunung Marapi yang menewaskan 23 pendaki dan menghentikan proses pencarian serta evakuasi.

WHAT: Erupsi Gunung Marapi yang menewaskan 23 pendaki dan menghentikan proses pencarian serta evakuasi.
WHO: Para pendaki Gunung Marapi (75 orang); tim SAR gabungan; Basarnas; PVMBG; BKSDA Sumatera Barat; pemerintah daerah (pemda); keluarga korban.
WHEN: Minggu, 03-12-2023 14:57
WHERE: Gunung Marapi, Nagari Batu Palano, -, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
HOW/Chronology: Erupsi Gunung Marapi terjadi pada 3 Desember 2023 sekitar pukul 14:57 WIB. 75 pendaki terdaftar. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi; 52 selamat, 23 meninggal dunia, 12 luka-luka. Evakuasi berlanjut hingga 6 Desember 2023, ketika seluruh korban telah ditemukan dan dievakuasi, sehingga pencarian dihentikan; pendakian ditutup.
WHY: Diduga erupsi freatik (letusan uap) akibat magma memanaskan air tanah; didorong oleh aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal 23 – 53
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Erupsi Gunung Marapi yang melibatkan 75 pendaki pada 3–4 Desember 2023; 23 meninggal dunia, 12 luka-luka; proses pencarian dan evakuasi telah dihentikan dan pendakian ditutup.
Opini: Analisis: Erupsi Gunung Marapi menunjukkan bahaya letusan mendadak dengan dampak signifikan terhadap pendaki; evakuasi yang dilakukan di tengah abu vulkanik dan erupsi berulang menandakan tantangan operasi SAR. Prediksi: kemungkinan erupsi susulan tetap ada dan risiko bahaya bagi pendaki maupun warga sekitar masih tinggi jika pembatasan pendakian tidak diperketat atau aktivitas gunung meningkat. Rekomendasi: perkuat pembatasan akses pendakian hingga situasi gunung aman; tingkatkan pemantauan dan koordinasi antar Basarnas, PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah; evaluasi protokol evakuasi dan kesiapsiagaan di pos-pos pendakian; sediakan informasi publik yang jelas mengenai risiko dan status pendakian; latihan kesiapsiagaan bagi komunitas sekitar serta evaluasi kebijakan izin pendakian dengan mitigasi bencana.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.6

Banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat; dampak meluas ke 39 kecamatan dengan 8 korban jiwa.

WHAT: Banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat; dampak meluas ke 39 kecamatan dengan 8 korban jiwa.
WHO: Warga terdampak; pengungsi; BPBD Kabupaten Sukabumi; BPBD Provinsi Jawa Barat; Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman; pemerintah daerah
WHEN: Rabu, 04-12-2024
WHERE: Banjir bandang dan tanah longsor, -, -, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
HOW/Chronology: Hujan intensitas sedang–lebat selama dua hari menyebabkan banjir bandang, longsor, angin kencang, dan pergerakan tanah. 317 titik bencana di 39 kecamatan; 8 korban meninggal, 4 hilang; rumah rusak/terendam; status tanggap darurat dan posko tanggap darurat didirikan.
WHY: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah selama dua hari, memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: fasilitas umum
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Banjir bandang disertai tanah longsor meluas hingga 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 8 korban jiwa.
Opini: Analisis: Banjir bandang disertai tanah longsor di Sukabumi dipicu hujan sedang hingga lebat selama dua hari, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, rumah warga, serta fasilitas umum. Proses tanggap darurat telah berjalan dengan penetapan status tanggap darurat selama sepekan; ribuan warga terdampak dan ratusan rumah rusak. Prediksi: Risiko banjir/longsor susulan masih tinggi jika curah hujan berlanjut, akses ke daerah terdampak masih terputus untuk sementara, dan kebutuhan logistik serta layanan dasar akan tetap tinggi. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi, bantuan logistik, dan penanganan kesehatan bagi pengungsi; 2) Perbaiki infrastruktur yang terdampak serta jalur evakuasi; 3) Perkuat koordinasi antar pemda, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan; 4) Tingkatkan upaya mitigasi seperti drainase, penanggulangan longsoran, dan sistem peringatan dini; 5) Lakukan evaluasi kerentanan lereng dan rencana rehabilitasi pemukiman secara berkelanjutan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5