Level Ancaman: 1.5

Tabrakan kereta KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat; korban meninggal dunia total 16 orang.

Rangkuman:
WHAT: Tabrakan kereta KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat; korban meninggal dunia total 16 orang.
WHO: KRL Commuter Line; KA Argo Bromo Anggrek; penumpang kedua kereta; Basarnas; KNKT; KAI; RSUD Kota Bekasi; pemerintah daerah.
WHEN: Senin, 27-04-2026
WHERE: Stasiun Bekasi Timur, -, Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat
HOW/Chronology: KRL berhenti karena kejadian di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur; KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL dari belakang di stasiun tersebut; evakuasi korban berlangsung; pada 28-04-2026 pukul 08:00 WIB evakuasi selesai; 27 perjalanan KA dibatalkan; 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
WHY: Penyebab pasti belum diketahui; penyelidikan KNKT sedang berlangsung; diduga peristiwa ini terkait gangguan pada perlintasan akibat taksi hijau yang berada di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Analisis Level Ancaman

Media: Darat
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: korban luka-luka 62 – 122
Perihal: Kecelakaan tabrakan kereta api antara KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh, dengan faktor dugaan temperan taksi hijau pada perlintasan dekat stasiun yang mengganggu sistem perlintasan. Hal ini menunjukkan potensi kelemahan pada manajemen perlintasan dan koordinasi antarpelaksana kereta serta pihak terkait. Prediksi: Jika langkah peningkatan keselamatan perlintasan dan evaluasi proses operasional tidak dilakukan, risiko kejadian serupa bisa berulang terutama di jalur sibuk seperti wilayah Bekasi/Jakarta. Rekomendasi: Perkuat proteksi perlintasan (gerbang otomatis, sinyal yang lebih andal, CCTV), tingkatkan koordinasi antara KAI, KNKT, dan otoritas terkait, lakukan audit keselamatan berkala di stasiun Bekasi Timur dan sekitarnya, berikan pelatihan keselamatan bagi kru kereta dan pengemudi taksi yang melintas di perlintasan, serta publikasikan temuan investigasi KNKT untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5

Teks asli
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur: 16 orang meninggal
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04).
27 April 2026
Diperbarui 29 April 2026
Waktu membaca: 8 menit
Korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, setelah seorang pasien yang dirawat di ICU (intensive care unit) RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (29/04) pagi.
Informasi ini pertama kali dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Rabu (29/04).
Dia mengungkapkan hal itu usai menjenguk sejumlah korban luka-luka yang dirawat di RSUD Kota Bekasi
“Satu [orang pasien yang dirawat di ICU] sudah meninggal,” ungkap Dedi kepada wartawan.
Dirut RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, membenarkan bahwa satu orang korban tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang dirawat di ICU di rumah sakit tersebut telah meninggal dunia.
“Hari ini [Rabu] per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22 orang. Satu baru datang tadi di IGD. [Dari] 22 ini yang [dirawat], [yang] di ICU ada tiga dan qadarullah satu baru saja meninggal,” ungkap Ellya, seperti dikutip Detikcom.
Sebelumnya, dari 15 korban tewas, 10 di antaranya dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Adapun 84 korban luka-luka tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Akhir dari Paling banyak dibaca
Mereka antara lain dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Semua korban meninggal dan luka-luka adalah berjenis kelamin perempuan yang merupakan penumpang KRL.
Hal ini karena rangkaian KRL yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan.
Sementara itu seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sumber gambar, ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Keterangan gambar, Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04).
Proses evakuasi korban yang terhimpit di dalam gerbong KRL akibat kecelakaan itu dinyatakan selesai pada Selasa (28/04), kata Basarnas.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan tidak ada korban yang masih terjebak dalam rangkaian kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” kata Syafii dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/04).
“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing,” tambahnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka dan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
Apa perkembangan terbaru dalam upaya evakuasi korban?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Upaya evakuasi terhadap sejumlah penumpang yang terjebak dalam gerbong KRL yang rusak akibat tabrakan, sudah diakhiri sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (28/04).
Dalam rilis yang diterima BBC News Indonesia pada Selasa pagi, Tim SAR mengungkap setidaknya enam kali proses evakuasi sejak Selasa dini hari hingga Selasa pagi.
Pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Selanjutnya pada pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Proses evakuasi berlanjut pada pukul 05.49 WIB dengan keberhasilan penyelamatan korban atas nama Ata (30), disusul pada pukul 05.59 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26), kemudian pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta.
Memasuki pukul 07.25 WIB, satu korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Petugas berupaya mengevakuasi penumpang yang masih terjebak dalam gerbong KRL Commuterline yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04).
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Kondisi gerbong KRL yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/04).
Munir, seorang penumpang KRL Commuter Line, mengatakan, kejadian itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta itu berhenti cukup lama lantaran beberapa ratus meter dari stasiun, KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak satu unit mobil taksi. Posisi mobil itu melintang di tengah perlintasan rel sehingga kereta tidak bisa melaju.
Saat KRL Commuter Line menuju Cikarang menunggu di stasiun, dari arah belakang KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL di stasiun tersebut.
“Gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong KRL,” kata Munir sebagaimana dikutip Tribunnews.
Sumber gambar, ANTARA FOTO
Keterangan gambar, Petugas mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/04).
Sejumlah saksi mata menyebutkan gerbong perempuan yang terletak di bagian paling belakang rangkaian KRL Commuter Line adalah yang terdampak paling parah.
“Gerbong di bagian wanita hampir setengah dimasuki kepala kereta jarak jauh,” kata saksi mata bernama Maksus kepada Republika Online.
Riska, salah satu penumpang di gerbong tujuh mengatakan kejadiannya sedemikian mendadak. Gerbong yang ia naiki terguncang hebat saat kecelakaan terjadi. Banyak penumpang kemudian berteriak histeris dan berupaya menyelamatkan diri.
Apa keterangan awal PT KAI tentang penyebab tabrakan?
Masih belum diketahui secara pasti berbagai faktor yang menjadi penyebab tabrakan tersebut.
Namun dari hasil identifikasi sementara PT KAI, tabrakan itu diawali peristiwa “sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan, Selasa (28/04).
Peristiwa ini, lanjutnya, diduga menimbulkan “gangguan pada perlintasan”.
“Dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” ungkapnya.
Beberapa laporan media menyebut “taksi hijau” itu salah-satu armada taksi milik perusahaan taksi berbasis listrik Green SM Indonesia.
Sumber gambar, ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Keterangan gambar, Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04).
Dalam unggahannya di Instagram dan Facebook, Selasa (28/4/2026), Green SM Indonesia membenarkan bahwa “taksi hijau” itu adalah miliknya.
Green SM Indonesia mengatakan tengah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang.
Dan, “mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.”
Bagaimanapun, Bobby Rasyidin mengatakan, KAI menyerahkan proses investigasi insiden tabrakan ini kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Investigasi KNKT itu, lanjutnya, guna memastikan penyebab tabrakan tersebut.
“Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Selasa (28/04) pagi.
Sumber gambar, Yasuyoshi Chiba / AFP via Getty Images
Keterangan gambar, Tim penyelamat berusaha mengevakuasi korban di dalam gerbong KRL Commuterline yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04) dini hari.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pihaknya akan melibatkan KNKT untuk menyelidiki penyebab tabrakan tersebut.
Hal itu ditegaskan Menhub Dudy Purwagandhi kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/04).
“Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini,” kata Dudy.
Dudy menambahkan insiden ini menjadi pelajaran penting bagi PT KAI dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan yang aman dan nyaman.
“Sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang,” kata Dudy.
Apa dampak tabrakan bagi jadwal kereta jarak jauh dan KRL?
Total 27 perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan pada Selasa (28/04) akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, kata humas KAI PT KAI.
Selain itu, layanan kereta rel listrik (KRL) untuk sementara dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Dengan demikian, tidak ada rute KRL ke Cikarang dan sebaliknya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Berikut ini beberaoa perjalanan KA dari dan menuju wilayah Jakarta (Stasiun Gambir dan Pasarsenen) yang dibatalkan hari ini: