Level Ancaman: 1.95

Banjir bandang di Sungai Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

WHAT: Banjir bandang di Sungai Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.
WHO: Tim SAR Medan; TNI/Polri; relawan; korban banjir (jumlah meninggal mencapai 94 orang); staf PBB Endianur Madin dan Mafijan.
WHEN: Rabu, 05-11-2003
WHERE: Banjir bandang Sungai Bahorok, Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara
HOW/Chronology: Banjir bandang melanda wilayah Sungai Bahorok. Hingga hari ketiga (5 Nov 2003) jumlah korban meninggal dunia mencapai 94 orang; pada hari itu ditemukan tujuh korban lagi. Jenazah diperkirakan membusuk. Tim SAR bersama TNI/Polri dan relawan melanjutkan pencarian, dengan dugaan adanya korban tertimbun reruntuhan bangunan di sekitar Bukit Lawang. Dua staf PBB yang meninjau lokasi, Endianur Madin dan Mafijan, menyatakan mereka berada di lokasi selama sekitar dua hari.
WHY: Banjir bandang di Sungai Bahorok yang melanda wilayah tersebut.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: fasilitas umum
Meninggal: korban meninggal 54 – 94
Luka: –
Perihal: Banjir bandang Sungai Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.
Opini: Analisis: Banjir bandang di Langkat menimbulkan korban tewas 94 orang hingga hari ketiga, dengan banyak korban kemungkinan tertimbun reruntuhan dan lumpur di area wisata Bukit Lawang; situasi ini juga menandakan potensi bahaya banjir susulan jika curah hujan berlanjut. Prediksi: kemunculan korban hilang dapat bertambah seiring berjalannya pencarian; risiko penyakit pascabanjir dan longsor susulan di wilayah hilir sungai perlu diwaspadai. Rekomendasi: tingkatkan operasi SAR dan koordinasi antar TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan; percepat identifikasi dan pendataan korban serta pemulihan infrastruktur publik dan fasilitas sanitasi; evaluasi bangunan dan fasilitas di sekitar Bukit Lawang untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang; pasang pemantauan aliran sungai dan siapkan mekanisme evakuasi dini bagi warga di sekitar daerah rawan banjir.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.95

Level Ancaman: 1.2

Pencarian dan evakuasi kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Perairan Selat Bali.

WHAT: Pencarian dan evakuasi kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Perairan Selat Bali.
WHO: Tim SAR gabungan; kapal KMP Tunu Pratama Jaya; penumpang dan kru kapal; Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
WHEN: Rabu, 02-07-????
WHERE: Perairan Selat Bali, -, Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur
HOW/Chronology: Tim SAR gabungan menemukan titik lokasi kapal sekitar 3,9 kilometer dari lokasi tenggelam. Hingga H+10 operasi, 18 korban meninggal ditemukan; total korban menjadi 48 orang (30 selamat, 18 meninggal). Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi kinerja tim dan menyatakan rencana pengangkatan kapal dengan SOP ketat.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: –
Perihal: Kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali.
Opini: Analisis: Data menunjukkan bahwa 18 korban meninggal dan 30 selamat di lokasi sekitar 3,9 kilometer dari tenggelamnya kapal, mengindikasikan bahaya arus dan kedalaman di Selat Bali serta tantangan evakuasi. Prediksi: Proses pengangkatan kapal dan penyelidikan akan memakan waktu dan bergantung pada arus serta cuaca; jumlah korban dapat berubah seiring kelanjutan operasi. Rekomendasi: Perkuat koordinasi antar lembaga SAR, tingkatkan SOP pengangkatan kapal dengan fokus keselamatan, gunakan peralatan pemantauan dan identifikasi korban, serta pastikan dukungan medis bagi penyintas dan transparansi laporan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Level Ancaman: 0.4

Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.

WHAT: Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.
WHO: 28 penumpang kapal penyeberangan tradisional; 20 selamat, 8 hilang/ditemukan meninggal; awak kapal; PT Borneo Damai Lestari (pemilik dermaga); Basarnas Balikpapan; Polri (Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Barat, Polair Kutai Barat).
WHEN: Senin, 10-11-2025 20:00
WHERE: Kapal feri tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muara Leban, Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur
HOW/Chronology: Kapal penyeberangan tradisional dengan 28 penumpang berangkat dari dermaga PT Borneo Damai Lestari di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban. Setelah memuat barang (200 sak semen) dan 28 karyawan, kapal mulai kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian sungai dan tenggelam. 20 penumpang selamat; 8 hilang/ditemukan meninggal. Korban pertama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan sekitar 06:00 WITA di 3,6 km dari kejadian; korban lain – Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), Ira (24), Pendy (30) – ditemukan di jarak 100 m–13 km. Pencarian dilanjutkan; pukul 22:19 WITA, korban ke-8 ditemukan. Semua korban dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar; operasi evakuasi disarankan ditutup.
WHY: Kelebihan muatan sehingga kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam akibat air masuk ke kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: Sungai
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal feri tenggelam di Sungai Mahakam, Kutai Barat, Kalimantan Timur; diduga karena kelebihan muatan.
Opini: Analisis: Overloading diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal feri; kurangnya pengawasan beban, keamanan, dan pemeriksaan kapasitas serta arus Sungai Mahakam yang deras dapat memperparah kejadian. Prediksi: tanpa pembatasan muatan yang ketat, pemeriksaan rutin, serta peningkatan operasional keamanan kapal, kejadian serupa bisa terulang pada penyeberangan sungai lain yang memiliki arus kuat. Rekomendasi: meningkatkan pemeriksaan kapasitas kapal sebelum berangkat, menerapkan manifest muatan secara wajib, memastikan perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik (life jackets, pelampung, alat komunikasi); memperkuat koordinasi antara Basarnas, kepolisian perairan, dan operator dermaga; pelatihan kru kapal terkait keselamatan dan evakuasi; evaluasi dan peningkatan standar operasional prosedur penyeberangan sungai.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.4

Level Ancaman: 0.8

Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.

WHAT: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
WHO: Kapal feri Rafelia 2; penumpang dan kru kapal; Badan SAR Nasional (BASARNAS); pejabat setempat (Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas); Kepala BASARNAS Bambang Soelistyo.
WHEN: Jumat, 04-03-2016 13:10 WIB
WHERE: Selat Bali; Gilimanuk; Melaya; Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kapal Rafelia 2 berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang pada 12:50 WIB. Sekitar 13:10 WIB kapal bocor dan tenggelam; muatan termasuk dua truk besar, satu pickup, empat truk tronton, 18 unit truk sedang, dan empat kendaraan kecil ikut tenggelam. 71 orang dievakuasi; 10 luka-luka; 4 hilang (nahkoda, mualim 1, seorang ibu dan anak). BASARNAS mengerahkan sekitar 40 petugas SAR; pencarian lanjut dilakukan.
WHY: Kebocoran kapal menyebabkan kapal miring dan tenggelam.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: –
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi saat kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali setelah mengalami kebocoran dan miring, dengan 71 orang dievakuasi, 10 korban luka-luka, dan 4 orang belum ditemukan. Prediksi: tanpa peningkatan operasi SAR dan keselamatan pelayaran, kemungkinan korban hilang bisa bertambah dan evakuasi lebih banyak bisa tertunda. Rekomendasi: perkuat pemeriksaan kelayakan kapal dan pemeliharaan kapal, pastikan muatan didistribusikan secara aman, perbaiki koordinasi antara pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang serta pos SAR dengan pemantauan data real-time, serta latihan keselamatan dan penggunaan perlengkapan evakuasi bagi penumpang dan awak kapal.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Level Ancaman: 0.8

Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali saat berlayar Ketapang-Gilimanuk.

WHAT: Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali saat berlayar Ketapang-Gilimanuk.
WHO: KMP Tunu Pratama Jaya; 65 orang (53 penumpang, 12 kru); 22 unit kendaraan; operator: ASDP Indonesia Ferry (Persero); KSOP Tanjung Wangi; Basarnas; kapal SAR dan otoritas terkait.
WHEN: Rabu, 02-07-2025 23:20 WIB
WHERE: Selat Bali; Desa/Kelurahan: -; Kecamatan: -; Kabupaten: Banyuwangi; Provinsi: Jawa Timur
HOW/Chronology: Pada 23:20 WIB kapal mengalami gangguan dan meminta bantuan via radio. Sekitar 23:35 WIB kapal blackout. Tak lama kemudian kapal terbalik dan tenggelam di Selat Bali, koordinat terakhir -08°09.371′, 114°25.1569′. Operasi SAR dipimpin KSOP Tanjung Wangi dan Basarnas; sembilan kapal SAR terlibat; hingga 3 Juli 2025 siang, 23 selamat dan 4 meninggal.
WHY: Gangguan teknis yang menyebabkan blackout; tenggelam setelah terbalik; diduga cuaca buruk turut mempengaruhi situasi.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.
Opini: Analisis: Kapal KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan teknis dan blackout sebelum tenggelam; evakuasi sedang berlangsung dan jumlah korban resmi belum dirilis pada saat laporan, namun beberapa sumber menginformasikan ada 4 meninggal dan 23 selamat. Prediksi: tanpa perbaikan signifikan pada sistem keselamatan, pemantauan cuaca, dan koordinasi SAR, risiko kejadian serupa tetap ada terutama di lintasan sibuk Selat Bali. Rekomendasi: meningkatkan redundansi sistem komunikasi dan navigasi kapal, latihan evakuasi rutin bagi kru dan penumpang, memperkuat koordinasi antara KSOP, Basarnas, dan operator pelayaran, serta memperketat pemantauan cuaca dan arus untuk mendukung keputusan pelayaran yang aman.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Level Ancaman: 1.65

Kejadian banjir dan longsor besar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

WHAT: Kejadian banjir dan longsor besar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
WHO: Warga terdampak banjir dan longsor; IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang memberikan keterangan; tim kesehatan daerah dan otoritas terkait.
WHEN: Senin, 01-12-2024 00:00
WHERE: Obyek kejadian: Banjir dan longsor; Desa/Kelurahan: -; Kecamatan: -; Kabupaten: Agam; Provinsi: Sumatera Barat
HOW/Chronology: Kronologi singkat: Bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Agam. Dilaporkan 80 orang tewas; beberapa pengungsi berada di SD Lembah (200 jiwa, 70 anak) dan Mosholla Tabu (212 jiwa, 63 anak). IDAI mengingatkan risiko kesehatan anak di fasilitas pengungsian. Upaya pemenuhan kebutuhan dasar (air bersih, makanan, pakaian) terhambat karena akses jalan yang terputus; koordinasi bantuan sedang dilakukan.
WHY: Banjir dan longsor akibat bencana alam di Sumatera Barat; akses jalan yang terputus menghambat distribusi bantuan dan pemulihan.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 54 – 94
Luka: –
Perihal: Banjir dan longsor di Sumatera Barat, terutama Kabupaten Agam
Opini: Analisis: Banjir dan longsor di Agam menimbulkan dampak luas pada infrastruktur dan area pengungsian, dengan 80 orang tewas dan banyak warga belum ditemukan. Kondisi ini juga mencuatnya risiko kesehatan anak di pengungsian karena keterbatasan fasilitas sanitasi dan air bersih. Prediksi: jika curah hujan tinggi berlanjut dan akses logistik tetap terputus, risiko korban tambahan serta wabah penyakit pada anak bisa meningkat. Rekomendasi: 1) Prioritaskan penyediaan air bersih, makanan, pakaian, dan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian; 2) percepat pendataan dan perlindungan anak, serta penyediaan layanan kesehatan anak di pengungsian; 3) perbaiki akses jalan dan logistik untuk distribusi bantuan; 4) tingkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, IDAI, tenaga kesehatan, dan organisasi kemanusiaan; 5) evaluasi dan perkuat infrastruktur publik untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang; 6) rencanakan rehabilitasi pascabencana dengan fokus pada sanitasi, air bersih, dan layanan kesehatan bagi anak-anak.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.65

Level Ancaman: 3

Banjir dan longsor di Sumatera Barat

WHAT: Banjir dan longsor di Sumatera Barat
WHO: BNPB; Kepala BNPB Suharyanto; warga terdampak (korban, hilang, pengungsi); pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana
WHEN: Minggu, 30-11-2025
WHERE: Kejadian banjir dan longsor; -; -; -; Sumatera Barat
HOW/Chronology: BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat bertambah menjadi 129 orang, hilang 118 orang, luka-luka 16. Agam menjadi wilayah dengan korban meninggal dan hilang terbanyak. Seiring berjalannya waktu, situasi membaik dibanding Aceh dan Sumatera Utara; logistik didistribusikan di delapan kabupaten; pengungsi mulai kembali ke rumah pada siang hari; beberapa infrastruktur seperti jembatan dan jalan rusak tetap menjadi perhatian. Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.
WHY: Banjir dan longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi/cuaca ekstrem

Analisis Level Ancaman

Skala: nasional
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir dan longsor di Sumatera Barat (serta wilayah terkait) mengakibatkan banyak korban, pengungsian luas, serta kerusakan infrastruktur.
Opini: Analisis: Banjir dan longsor besar menimbulkan dampak serius dengan banyak korban jiwa dan pengungsi serta kerusakan pada infrastruktur penting. Prediksi: jika curah hujan masih tinggi atau longsor susulan terjadi, korban dan kebutuhan bantuan dapat meningkat; pemulihan di daerah terdampak akan memerlukan waktu lama. Rekomendasi: tingkatkan operasional SAR dan distribusi logistik, perbaiki jalan dan jembatan kritis, sediakan air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dukungan psikososial bagi pengungsi, evaluasi dan tingkatkan ketahanan infrastruktur, serta tingkatkan koordinasi lintas daerah dan nasional untuk sumber daya.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.0

Level Ancaman: 3.2

Penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.

WHAT: Penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.
WHO: Polda Sumut; BNPB; Basarnas; TNI; Pemda; relawan; warga terdampak.
WHEN: 24-11-2025 00:00–29-11-2025 23:59
WHERE: Banjir bandang dan longsor; Desa Aek Garoga; Batang Toru; Kabupaten Tapanuli Selatan; Sumatera Utara
HOW/Chronology: Sejak 24–29 November 2025 terjadi banjir, longsor, pohon tumbang dan angin puting beliung di Sumatera Utara. Polda Sumut menurunkan 3.553 personel untuk penanggulangan, pencarian dan penyelamatan, evakuasi, serta memastikan bantuan sampai ke warga; kerja sama dengan BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan unsur terkait; data menunjukkan 1.076 korban dan 28.427 pengungsi, dengan beberapa wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah; upaya penyediaan akses komunikasi juga dilakukan; situasi diawasi hingga normal.
WHY: Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan longsor.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka >= 204
Perihal: Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (dan wilayah terkait) pada November 2025.
Opini: Analisis: Banjir bandang dan tanah longsor di Sumut menunjukkan dampak hidrometeorologi yang meluas, dengan permukiman warga terdampak dan kebutuhan evakuasi serta bantuan yang signifikan. Prediksi: Risiko banjir dan longsor dapat berlanjut jika curah hujan tinggi terus berlangsung; wilayah terdampak seperti Kabupaten Tapanuli Tengah berpotensi mengalami peningkatan korban dan pengungsi. Rekomendasi: 1) Perkuat logistik dan kapasitas evakuasi serta akses menuju daerah terdampak; 2) Perbaiki infrastruktur yang rentan, terutama drainase, jalan, dan fasilitas komunikasi; 3) Lakukan pemetaan risiko dan edukasi masyarakat soal tindakan darurat; 4) Koordinasikan dengan BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemda, relawan untuk respons terpadu; 5) Pastikan bantuan berkelanjutan dan perlindungan terhadap pengungsi serta pemantauan kesehatan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.2

Level Ancaman: 2.4

Banjir bandang dan longsor di Aceh

WHAT: Banjir bandang dan longsor di Aceh
WHO: Pemerintah Provinsi Aceh melalui Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh; juru bicara Murthalamuddin; Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir; warga terdampak dan pengungsi; 18 kabupaten/kota terdampak
WHEN: Kamis, 27-11-2025
WHERE: Banjir bandang; Desa Manyang Cut; Mereudu; Pidie; Aceh
HOW/Chronology: Pada Kamis 27 November 2025 banjir bandang melanda Desa Manyang Cut, Mereudu, Pidie, Aceh. Data per 30 November 2025 pukul 20:23 WIB menunjukkan 102 korban meninggal dan 116 hilang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan 292.806 pengungsi di 1.652 desa. Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh menyatakan keadaan serius; upaya evakuasi, layanan kesehatan, dan bantuan logistik diperkuat. Pemerintah juga membangun akses dan infrastruktur untuk pemulihan, termasuk rencana jembatan Bailey antara Bireuen dan Aceh Utara; penanganan lanjut dilakukan secara berkelanjutan.
WHY: Bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) yang melanda Aceh akibat cuaca ekstrem.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: –
Perihal: Banjir longsor di Aceh yang melanda 18 kabupaten/kota, menewaskan 102 orang dan hilang 116 orang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan gangguan infrastruktur.
Opini: Analisis: Banjir longsor dan banjir bandang di Aceh menimbulkan korban jiwa dan pengungsian luas, dengan dampak signifikan pada infrastruktur dan konektivitas daerah. Prediksi: tanpa mitigasi dan respons cepat, risiko bencana susulan serta gangguan pasca-bencana bisa berlanjut selama periode hidrometeorologi; Rekomendasi: 1) percepat evakuasi dan akses jalur yang terdampak, 2) perkuat logistik, layanan kesehatan, dan bantuan darurat, 3) perbaiki infrastruktur kritis seperti jembatan Bailey dan jalan utama, 4) tingkatkan koordinasi antar instansi dan relawan, 5) tingkatkan sistem peringatan dini dan evaluasi mitigasi banjir longsor jangka panjang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.4

Level Ancaman: 0.8

Banjir luas di Aceh akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak di 16 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.

WHAT: Banjir luas di Aceh akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak di 16 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.
WHO: BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) dan Pusdalops BPBA; warga terdampak banjir dan pengungsi; pemerintah daerah (bupati/walikota) dan aparat penanganan darurat.
WHEN: 18-11-2025 07:00 – 27-11-2025 16:00 WIB
WHERE: Obyek kejadian: Wilayah Provinsi Aceh; Kabupaten/Kota terdampak: Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Selatan; Provinsi: Aceh
HOW/Chronology: Hujan deras dan angin kencang berkepanjangan sejak 18 November 2025 menyebabkan banjir, tanah bergerak, dan longsor di berbagai wilayah Aceh. Pada 19 November sekitar pukul 16:30 WIB terjadi banjir bandang di Desa Pantai Kemuning, Timang Gajah, Bener Meriah, dengan satu orang hilang terseret arus. Seiring waktu, banjir meluas ke sejumlah kecamatan di Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Selatan dan wilayah lain. Lhokseumawe mengalami banjir dan longsor sejak 26 November 2025 pukul 08:40 WIB. Beberapa daerah mengalami banjir dengan ketinggian 30-100 cm; Kabupaten Aceh Barat dan Subulussalam juga terdampak; Aceh Utara, Aceh Singkil, dan daerah lain terus terdampak. Sementara itu delapan kabupaten/kota ditetapkan darurat, dan upaya evakuasi serta bantuan darurat dilakukan.
WHY: Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari; angin kencang; kondisi geologi labil menyebabkan banjir, tanah bergerak, dan tanah longsor.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: properti pribadi
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh sejak 18–27 November 2025, melibatkan 16 kabupaten/kota dengan sejumlah rumah terendam, pengungsian massal, serta dampak tanah bergerak.
Opini: Analisis: Banjir yang melanda Aceh disebabkan curah hujan tinggi dan geologi labil, melibatkan banyak wilayah dan rumah tangga, menimbulkan pengungsian besar serta potensi longsor terutama di daerah pegunungan dan lereng. Kapasitas respons darurat perlu ditingkatkan; gangguan drainase dan infrastruktur memperparah dampak. Prediksi: jika curah hujan terus berlanjut, banjir bisa bertahan lama dan kapasitas evakuasi dapat teruji; risiko penyakit terkait air bersih meningkat; pemulihan infrastruktur akan memerlukan waktu panjang. Rekomendasi: 1) Perkuat posko darurat, evakuasi terpusat ke fasilitas aman; 2) Distribusikan logistik, air bersih, dan fasilitas kesehatan; 3) Perbaiki drainase dan pemantauan banjir, serta identifikasi wilayah rawan longsor; 4) Optimalkan koordinasi BPBA, BPBD, Basarnas, TNI/Polri; 5) Lakukan kaji cepat kerugian dan rencana pemulihan jangka menengah; 6) Tingkatkan komunikasi dengan BMKG untuk pembaruan cuaca dan peringatan dini.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8