Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat; 22 karyawan meninggal dunia.

WHAT: Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat; 22 karyawan meninggal dunia.
WHO: Karyawan Terra Drone (22 korban meninggal; 19 selamat); Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta; Kepala Dinas Bayu Megantara; warga pelapor; 29 unit damkar; 101 personel.
WHEN: Selasa, 09-12-2025 12:43
WHERE: Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Jakarta Pusat, Jakarta, DKI Jakarta
HOW/Chronology: Kebakaran dilaporkan pada pukul 12:43 WIB. Tim Damkar membawa 29 unit mobil dan 101 personel ke TKP untuk pemadaman. Api padam dan memasuki fase pendinginan sekitar pukul 17:38 WIB. Korban meninggal sebanyak 22 orang, seluruhnya karyawan Terra Drone; korban selamat 19 orang.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: darat
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: –
Perihal: Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat.
Opini: Analisis: Kebakaran gedung Terra Drone menyoroti risiko kebakaran pada gedung perkantoran dengan jumlah karyawan besar jika protokol evakuasi dan deteksi dini tidak efektif. Fakta 22 korban meninggal dan 19 selamat menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan mungkin belum memadai atau belum optimal berfungsi. Prediksi: tanpa peningkatan kualitas sistem keselamatan, pelatihan, dan koordinasi darurat, risiko kejadian serupa bisa meningkat di gedung-gedung serupa. Rekomendasi: perbaiki persyaratan keselamatan gedung dengan instalasi deteksi kebakaran dan sprinkler, pastikan jalur evakuasi tidak terhalang, lakukan latihan evakuasi berkala, tingkatkan kapasitas tim pemadam, serta perketat inspeksi berkala terhadap sarana keselamatan gedung oleh dinas terkait.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Kandasnya Kapal Motor Penumpang KMP Gerbang Samudra 2 di Selat Bali dekat Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat angin kencang dan arus laut.

WHAT: Kandasnya Kapal Motor Penumpang KMP Gerbang Samudra 2 di Selat Bali dekat Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat angin kencang dan arus laut.
WHO: KMP Gerbang Samudra 2; KMP Gerbang Samudra 5; 269 penumpang; nakhoda M. Reza Pratama HS; Basarnas; Sat Polairud Polres Jembrana; kru dek kapal
WHEN: Minggu, 22-06-2025 04:44
WHERE: KMP Gerbang Samudra 2; Gilimanuk; Kecamatan Gilimanuk; Kabupaten Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kandasnya KMP Gerbang Samudra 2 sekitar pukul 04:44 WITA di perairan Selat Bali, sekitar 200 meter dari Pura Segara Gilimanuk, saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Upaya penarikan menggunakan KMP Gerbang Samudra 5 dilakukan sekitar pukul 08:00 WITA, tetapi kapal belum bergerak hingga 09:00 WITA. Evakuasi dihentikan sementara untuk menunggu air pasang dan pembuangan ballast. Pada 09:15 WITA evakuasi penumpang dimulai dengan bantuan KP XI-2006 Tanjung Rening Sat Polairud Jembrana dan Basarnas; muatan terdiri dari 269 orang dan beberapa kendaraan. Hingga 11:00 WITA kapal belum bergerak dan menunggu air pasang; situasi dinyatakan kondusif; estimasi air pasang sekitar 20.00 WITA.
WHY: Angin kencang dan arus kuat dari arah selatan ke utara diduga menjadi penyebab kandasnya kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: KMP Gerbang Samudra 2 kandas di Selat Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat terjangan angin dan arus kuat; 269 orang dievakuasi dengan selamat.
Opini: Analisis: Terjangan angin dan arus laut kuat di Selat Bali menyebabkan kapal kandas. Evakuasi melibatkan Basarnas dan Polairud, dengan situasi relatif terkendali meski upaya penarikan sempat tertunda. Prediksi: Jika cuaca buruk berlanjut atau arus kuat terulang, risiko kejadian serupa bisa meningkat dan proses evakuasi bisa memakan waktu lebih lama. Rekomendasi: tingkatkan pemantauan cuaca laut dan arus; perkuat prosedur evakuasi darat–laut dan kesiapsiagaan rescue; pastikan peralatan towing/salvage memadai; lakukan latihan evakuasi berkala; dan tingkatkan koordinasi real-time antara pelabuhan, Polairud, dan Basarnas.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Kapal penumpang KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.

WHAT: Kapal penumpang KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
WHO: KMP Yunicee; penumpang sekitar 40 orang; enam korban meninggal; tim SAR Gabungan (SAR Jembrana, Singaraja, Ketapang); Polres Jembrana (AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa); Brimob dan petugas pelabuhan Gilimanuk.
WHEN: Selasa, 29-06-2021 19:20
WHERE: Pelabuhan Gilimanuk; Gilimanuk; Gilimanuk; Jembrana; Bali
HOW/Chronology: KMP Yunicee berangkat dari Ketapang menuju Gilimanuk; saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk kapal tenggelam/ terbalik di perairan utara lampu merah Gilimanuk sekitar 19:20 WITA; diperkirakan mengangkut sekitar 40 penumpang; enam korban meninggal; penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi; SAR Gabungan dari Jembrana, Singaraja, Ketapang melakukan pencarian; Brimob mendirikan pos darurat; korban ditemukan di pesisir Gilimanuk; pencarian terus dilakukan.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: KMP Yunicee tenggelam di perairan Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
Opini: Analisis: KMP Yunicee tenggelam saat hendak bersandar di Gilimanuk, dengan beberapa korban meninggal dunia. Informasi mengenai jumlah korban luka-luka tidak disebutkan secara rinci; kapal diperkirakan mengangkut beberapa truk, motor, dan mobil, sehingga risiko bagi penumpang dan kargo cukup tinggi. Prediksi: Insiden serupa bisa terjadi lagi jika kelengkapan keselamatan kapal, navigasi, dan respons SAR tidak ditingkatkan, terutama di jalur sibuk Bali–Gilimanuk. Rekomendasi: tingkatkan pengawasan pelayaran dan koordinasi antar pelabuhan; pastikan penggunaan AIS secara aktif; lakukan latihan evakuasi rutin bagi kru dan awak kapal; audit kelayakan kapal secara berkala; perkuat posko SAR dan kerjasama dengan Basarnas serta otoritas pelabuhan untuk respons lebih cepat.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Pencarian dan evakuasi kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Perairan Selat Bali.

WHAT: Pencarian dan evakuasi kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Perairan Selat Bali.
WHO: Tim SAR gabungan; kapal KMP Tunu Pratama Jaya; penumpang dan kru kapal; Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
WHEN: Rabu, 02-07-????
WHERE: Perairan Selat Bali, -, Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur
HOW/Chronology: Tim SAR gabungan menemukan titik lokasi kapal sekitar 3,9 kilometer dari lokasi tenggelam. Hingga H+10 operasi, 18 korban meninggal ditemukan; total korban menjadi 48 orang (30 selamat, 18 meninggal). Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi kinerja tim dan menyatakan rencana pengangkatan kapal dengan SOP ketat.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: –
Perihal: Kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali.
Opini: Analisis: Data menunjukkan bahwa 18 korban meninggal dan 30 selamat di lokasi sekitar 3,9 kilometer dari tenggelamnya kapal, mengindikasikan bahaya arus dan kedalaman di Selat Bali serta tantangan evakuasi. Prediksi: Proses pengangkatan kapal dan penyelidikan akan memakan waktu dan bergantung pada arus serta cuaca; jumlah korban dapat berubah seiring kelanjutan operasi. Rekomendasi: Perkuat koordinasi antar lembaga SAR, tingkatkan SOP pengangkatan kapal dengan fokus keselamatan, gunakan peralatan pemantauan dan identifikasi korban, serta pastikan dukungan medis bagi penyintas dan transparansi laporan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.

WHAT: Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.
WHO: 28 penumpang kapal penyeberangan tradisional; 20 selamat, 8 hilang/ditemukan meninggal; awak kapal; PT Borneo Damai Lestari (pemilik dermaga); Basarnas Balikpapan; Polri (Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Barat, Polair Kutai Barat).
WHEN: Senin, 10-11-2025 20:00
WHERE: Kapal feri tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muara Leban, Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur
HOW/Chronology: Kapal penyeberangan tradisional dengan 28 penumpang berangkat dari dermaga PT Borneo Damai Lestari di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban. Setelah memuat barang (200 sak semen) dan 28 karyawan, kapal mulai kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian sungai dan tenggelam. 20 penumpang selamat; 8 hilang/ditemukan meninggal. Korban pertama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan sekitar 06:00 WITA di 3,6 km dari kejadian; korban lain – Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), Ira (24), Pendy (30) – ditemukan di jarak 100 m–13 km. Pencarian dilanjutkan; pukul 22:19 WITA, korban ke-8 ditemukan. Semua korban dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar; operasi evakuasi disarankan ditutup.
WHY: Kelebihan muatan sehingga kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam akibat air masuk ke kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: Sungai
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal feri tenggelam di Sungai Mahakam, Kutai Barat, Kalimantan Timur; diduga karena kelebihan muatan.
Opini: Analisis: Overloading diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal feri; kurangnya pengawasan beban, keamanan, dan pemeriksaan kapasitas serta arus Sungai Mahakam yang deras dapat memperparah kejadian. Prediksi: tanpa pembatasan muatan yang ketat, pemeriksaan rutin, serta peningkatan operasional keamanan kapal, kejadian serupa bisa terulang pada penyeberangan sungai lain yang memiliki arus kuat. Rekomendasi: meningkatkan pemeriksaan kapasitas kapal sebelum berangkat, menerapkan manifest muatan secara wajib, memastikan perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik (life jackets, pelampung, alat komunikasi); memperkuat koordinasi antara Basarnas, kepolisian perairan, dan operator dermaga; pelatihan kru kapal terkait keselamatan dan evakuasi; evaluasi dan peningkatan standar operasional prosedur penyeberangan sungai.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.4

Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.

WHAT: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
WHO: Kapal feri Rafelia 2; penumpang dan kru kapal; Badan SAR Nasional (BASARNAS); pejabat setempat (Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas); Kepala BASARNAS Bambang Soelistyo.
WHEN: Jumat, 04-03-2016 13:10 WIB
WHERE: Selat Bali; Gilimanuk; Melaya; Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kapal Rafelia 2 berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang pada 12:50 WIB. Sekitar 13:10 WIB kapal bocor dan tenggelam; muatan termasuk dua truk besar, satu pickup, empat truk tronton, 18 unit truk sedang, dan empat kendaraan kecil ikut tenggelam. 71 orang dievakuasi; 10 luka-luka; 4 hilang (nahkoda, mualim 1, seorang ibu dan anak). BASARNAS mengerahkan sekitar 40 petugas SAR; pencarian lanjut dilakukan.
WHY: Kebocoran kapal menyebabkan kapal miring dan tenggelam.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: –
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi saat kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali setelah mengalami kebocoran dan miring, dengan 71 orang dievakuasi, 10 korban luka-luka, dan 4 orang belum ditemukan. Prediksi: tanpa peningkatan operasi SAR dan keselamatan pelayaran, kemungkinan korban hilang bisa bertambah dan evakuasi lebih banyak bisa tertunda. Rekomendasi: perkuat pemeriksaan kelayakan kapal dan pemeliharaan kapal, pastikan muatan didistribusikan secara aman, perbaiki koordinasi antara pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang serta pos SAR dengan pemantauan data real-time, serta latihan keselamatan dan penggunaan perlengkapan evakuasi bagi penumpang dan awak kapal.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali saat berlayar Ketapang-Gilimanuk.

WHAT: Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali saat berlayar Ketapang-Gilimanuk.
WHO: KMP Tunu Pratama Jaya; 65 orang (53 penumpang, 12 kru); 22 unit kendaraan; operator: ASDP Indonesia Ferry (Persero); KSOP Tanjung Wangi; Basarnas; kapal SAR dan otoritas terkait.
WHEN: Rabu, 02-07-2025 23:20 WIB
WHERE: Selat Bali; Desa/Kelurahan: -; Kecamatan: -; Kabupaten: Banyuwangi; Provinsi: Jawa Timur
HOW/Chronology: Pada 23:20 WIB kapal mengalami gangguan dan meminta bantuan via radio. Sekitar 23:35 WIB kapal blackout. Tak lama kemudian kapal terbalik dan tenggelam di Selat Bali, koordinat terakhir -08°09.371′, 114°25.1569′. Operasi SAR dipimpin KSOP Tanjung Wangi dan Basarnas; sembilan kapal SAR terlibat; hingga 3 Juli 2025 siang, 23 selamat dan 4 meninggal.
WHY: Gangguan teknis yang menyebabkan blackout; tenggelam setelah terbalik; diduga cuaca buruk turut mempengaruhi situasi.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.
Opini: Analisis: Kapal KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan teknis dan blackout sebelum tenggelam; evakuasi sedang berlangsung dan jumlah korban resmi belum dirilis pada saat laporan, namun beberapa sumber menginformasikan ada 4 meninggal dan 23 selamat. Prediksi: tanpa perbaikan signifikan pada sistem keselamatan, pemantauan cuaca, dan koordinasi SAR, risiko kejadian serupa tetap ada terutama di lintasan sibuk Selat Bali. Rekomendasi: meningkatkan redundansi sistem komunikasi dan navigasi kapal, latihan evakuasi rutin bagi kru dan penumpang, memperkuat koordinasi antara KSOP, Basarnas, dan operator pelayaran, serta memperketat pemantauan cuaca dan arus untuk mendukung keputusan pelayaran yang aman.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Tabrakan kapal antara KMP Bahuga Jaya dan KM Nurgas Cantika di perairan Selat Sunda; 7 tewas dan 206 selamat.

WHAT: Tabrakan kapal antara KMP Bahuga Jaya dan KM Nurgas Cantika di perairan Selat Sunda; 7 tewas dan 206 selamat.
WHO: KMP Bahuga Jaya; KM Nurgas Cantika; Kementerian Perhubungan; Menteri Perhubungan EE Mangindaan.
WHEN: Rabu, 26-09-2012 00:00
WHERE: Perairan Selat Sunda; -; -; -; –
HOW/Chronology: Kecelakaan terjadi antara dua kapal di perairan Selat Sunda. Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan 7 tewas dan 206 selamat, lalu meralat bahwa sebelumnya ada 8 tewas. Korban selamat sebagian besar berada di Rumah Sakit Bakauheuni dan Merak; perbedaan data disebabkan adanya nama korban yang rangkap.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kecelakaan tabrakan kapal antara KMP Bahuga Jaya dan KM Nurgas Cantika di perairan Selat Sunda.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi di jalur perairan Selat Sunda antara dua kapal yang mengakibatkan 7 korban meninggal dan 206 selamat. Data korban luka-luka tidak disebutkan, sehingga informasi mengenai tingkat cedera tidak tersedia. Potensi faktor yang relevan bisa meliputi navigasi, komunikasi antar kapal, dan kepadatan lalu lintas di jalur pelayaran utama. Prediksi: Tanpa perbaikan pada manajemen lalu lintas kapal dan standar keselamatan pelayaran, risiko insiden serupa dapat meningkat di Selat Sunda yang sangat sibuk. Rekomendasi: Perkuat pemantauan lalu lintas kapal (VTS) dan penggunaan AIS secara konsisten, tingkatkan pelatihan awak kapal, lakukan audit kelayakan kapal, tingkatkan koordinasi antar pelabuhan dan otoritas maritim, serta kembangkan SOP darurat dan komunikasi antar kapal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8