Banjir terparah di Bali dengan jalan lumpuh, bangunan roboh, dan korban jiwa.
WHAT: Banjir terparah di Bali dengan jalan lumpuh, bangunan roboh, dan korban jiwa.
WHO: Warga terdampak; Basarnas Bali; BNPB; BPBD Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan; pemerintah daerah dan nasional (Wali Kota Denpasar, Gubernur Bali, Wapres, Presiden); tim SAR dan petugas penanganan darurat.
WHEN: Mulai Selasa 09-09-2025 malam hingga Sabtu 12-09-2025
WHERE: Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali; -, –
HOW/Chronology: Hujan deras sejak 09-09-2025 malam hingga 10-09-2025 pagi menyebabkan sungai meluap dan banjir besar melanda Denpasar dan wilayah Bali lainnya; rumah, pasar, dan bangunan terendam atau roboh; evakuasi warga dan pencarian korban dilakukan oleh Basarnas, BNPB, BPBD; status tanggap darurat banjir ditetapkan.
WHY: Curah hujan ekstrem lebih dari 12 jam tanpa henti, ditambah tumpukan sampah di aliran sungai yang memperparah banjir.
Analisis Level Ancaman
Skala: regionalKerusakan: infrastrukturMeninggal: korban meninggal 11 – 22Luka: –Perihal: Banjir besar melanda enam kabupaten/kota di Bali pada 9–10 September 2025, merendam ratusan rumah, pasar tradisional, dan jalan; beberapa bangunan roboh; 18 orang meninggal; status tanggap darurat diterapkan.Opini: Analisis: Banjir besar di Bali dipicu hujan ekstrem yang turun sepanjang malam dan drainase yang belum memadai; Denpasar paling parah terdampak dengan dampak signifikan pada rumah, pasar, dan infrastruktur kota. Prediksi: tanpa peningkatan kapasitas drainase dan penataan wilayah rawan banjir, kejadian serupa bisa terulang dengan kerugian lebih besar. Rekomendasi: 1) tingkatkan kapasitas drainase dan normalisasi sungai; 2) perbaiki infrastruktur publik seperti jalan dan underpass; 3) perkuat sistem evakuasi, posko darurat, dan logistik; 4) rutin bersihkan sampah di aliran sungai; 5) tingkatkan koordinasi antara BNPB, Pemda Bali, TNI/Polri, Basarnas, dan BPBD; 6) implementasikan kebijakan adaptasi iklim pada perencanaan kota.