Banjir bandang di Wisata Guci Tegal

WHAT: Banjir bandang di Wisata Guci Tegal
WHO: BNPB; Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
WHEN: Sabtu, 20-12-2025 16:30
WHERE: Wisata Guci, -, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
HOW/Chronology: Banjir bandang melanda Wisata Guci pada 20-12-2025 pukul 16:30 WIB akibat hujan deras berkepanjangan; aliran Sungai Gung meluap dan menerjang kawasan wisata; kolam air panas Pancuran 13 RB tergerus, 13 jembatan hilang, beberapa pipa aliran air hanyut; tidak ada korban; area Pancuran 13 ditutup; warga sepanjang aliran Sungai Gung diminta waspada.
WHY: Hujan dengan intensitas tinggi berangsur lama menyebabkan aliran sungai meluap dan menerjang kawasan Wisata Guci.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir bandang di objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal
Opini: Analisis: Banjir bandang terjadi karena hujan intensitas tinggi dalam waktu lama yang mengakibatkan luapan sungai dan menerjang kawasan wisata Guci, merusak fasilitas seperti kolam air panas, jembatan, dan jaringan pipa. Meskipun sejauh ini tidak ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur berpotensi mengganggu akses dan aktivitas pariwisata serta menimbulkan risiko keamanan bagi pengunjung. Prediksi: Jika curah hujan tetap tinggi atau banjir susulan terjadi, dampak terhadap infrastruktur wisata bisa bertambah dan potensi korban bisa meningkat jika area tetap ramai tanpa penanganan yang memadai. Rekomendasi: 1) Tutup sementara dan lakukan evaluasi serta perbaikan fasilitas yang terdampak; 2) Bersihkan lumpur, pasir, dan batu serta perbaiki jembatan dan sistem aliran air; 3) Tingkatkan pemantauan sungai dan siapkan pos darurat serta jalur evakuasi; 4) Sosialisasikan langkah kesiapsiagaan kepada pengelola dan pengunjung; 5) Koordinasikan penanganan dengan BPBD, BNPB, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk pemulihan dan mitigasi banjir bandang di wilayah wisata.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Banjir bandang yang menewaskan tiga orang.

WHAT: Banjir bandang yang menewaskan tiga orang.
WHO: Tiga korban tewas: Tarzan (54), Lena (47), Surmuana (63); warga Desa Tanjung Harapan; BPBD Sumatera Selatan; warga terdampak banjir bandang.
WHEN: Selasa, 23-09-2025 02:15
WHERE: Banjir bandang; Desa Tanjung Harapan; Kecamatan Sundang Danau; OKU Selatan; Sumatera Selatan
HOW/Chronology: Hujan deras menyebabkan sungai meluap sehingga banjir bandang melanda Desa Tanjung Harapan. Ketiga korban yang sedang tidur di dalam rumah tersapu banjir. Jenazah ketiga korban ditemukan. Banjir juga menghanyutkan dua rumah, merusak delapan unit rumah, satu jembatan gantung terbawa arus, dan tenda mengalami kerusakan. BPBD mendirikan posko kesehatan; evakuasi dan penanganan darurat dilakukan.
WHY: Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir bandang di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sundang Danau, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada 23 September 2025.
Opini: Analisis: Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan menghanyutkan beberapa rumah serta merusak infrastruktur seperti jembatan gantung. Kerentanan rumah tidak tahan banjir dan minimnya sistem peringatan dini di tingkat desa menjadi faktor penyebab korban meski hanya tiga orang. Prediksi: Jika curah hujan tetap tinggi atau banjir susulan terjadi, potensi kerusakan dan korban bisa meningkat, terutama jika evakuasi tidak dilakukan segera dan infrastruktur penting tidak diperbaiki. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi dan pemantauan banjir melalui posko darurat desa; 2) Perbaiki atau pasang pengaman pada jembatan gantung serta lakukan penanganan darurat terhadap rumah-rumah rawan; 3) Tingkatkan kapasitas layanan kesehatan dan bantuan logistik di posko; 4) Lakukan inventarisasi kerusakan dan prioritas rehabilitasi infrastruktur publik; 5) Sosialisasi kesiapsiagaan banjir kepada warga desa, termasuk rencana evakuasi mandiri; 6) Koordinasikan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan pemerintahan daerah untuk merencanakan bantuan jangka pendek dan pemulihan jangka panjang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Banjir dan longsor di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang menewaskan 60 orang

WHAT: Banjir dan longsor di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang menewaskan 60 orang
WHO: Warga terdampak banjir; BNPB; BMKG; BPBD DKI Jakarta; PLN; PMI; pemerintah daerah
WHEN: Rabu, 01-01-2020 00:00
WHERE: Beberapa wilayah Jabodetabek; -; -; Jakarta; DKI Jakarta
HOW/Chronology: Hujan deras menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. BNPB/BMKG mengeluarkan peringatan dini; evakuasi warga dilakukan; listrik dipadamkan di wilayah terdampak; sekitar 60 orang meninggal hingga awal Januari 2020.
WHY: Curah hujan tinggi berkelanjutan dan luapan Sungai Ciliwung; hujan ekstrem diprediksi berlanjut.

Analisis Level Ancaman

Skala: regional
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 54 – 94
Luka: –
Perihal: Banjir di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat hujan ekstrem
Opini: Analisis: Hujan ekstrem menyebabkan banjir besar di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, mengganggu infrastruktur (jalan, kereta rel listrik), listrik, dan pemukiman sehingga banyak warga harus mengungsi. Data menunjukkan 60 kematian dan sekitar 92.000 pengungsi, mencerminkan kerentanan wilayah yang padat penduduk dan kapasitas respons yang perlu ditingkatkan. Prediksi: Tanpa mitigasi berkelanjutan, hujan ekstrem kemungkinan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan, longsor, dan gangguan layanan publik. Rekomendasi: 1) Perluas dan percepat evakuasi serta penyediaan fasilitas pengungsian; 2) Tingkatkan pemulihan infrastruktur vital (listrik, transportasi) dan pastikan keamanan wilayah rawan banjir; 3) Percepat normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase; 4) Perkuat koordinasi BNPB, BPBD, PMI, TNI/Polri dan kementerian terkait dalam respons terintegrasi; 5) Tingkatkan komunikasi risiko dan edukasi warga tentang tindakan darurat; 6) Lakukan pemetaan risiko banjir untuk perencanaan tata ruang jangka panjang dan mitigasi bencana.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.75

Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.

WHAT: Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.
WHO: BPBD DKI Jakarta; warga terdampak di RT/RW sekitar 42 lokasi; petugas pemantau genangan; kelurahan terkait
WHEN: Selasa, 18-11-2025 18:00
WHERE: Beberapa wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur
HOW/Chronology: Hujan deras sore itu menyebabkan genangan di 42 RT di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Genangan berkisar 30–90 cm; penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut (serta Kali Mampang untuk beberapa lokasi). BPBD DKI Jakarta memantau dan menugaskan petugas, warga diarahkan berhati-hati, dan layanan darurat 112 disiapkan.
WHY: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut (serta Kali Mampang)

Analisis Level Ancaman

Skala: kota
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir akibat hujan deras menggenangi 42 RT di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Opini: Analisis: Genangan ini disebabkan curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Sunter, dengan 42 RT tergenang dan ruas jalan terendam. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas drainase kota belum cukup untuk mengantisipasi hujan lebat serta dampak banjir dari sungai-sungai sekitar. BPBD Jakarta telah memantau genangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, namun diperlukan langkah nyata untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Prediksi: Jika curah hujan tinggi berlanjut, genangan bisa meluas ke kelurahan lain sehingga gangguan transportasi dan aktivitas warga bertambah. Surutnya genangan tergantung pada intensitas hujan dan efektivitas sistem drainase serta aliran Kali Krukut, Krukut, Mampang dan Sunter.
Rekomendasi: 1) Percepat pembersihan saluran air dan operasi pompa untuk mempercepat surutnya genangan; 2) Siapkan fasilitas penanganan darurat jangka pendek di kelurahan terdampak; 3) Perkuat komunikasi publik dan layanan darurat 112 untuk respons cepat; 4) Lakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur drainase serta normalisasi sungai untuk mitigasi banjir di masa depan; 5) Perkuat koordinasi lintas dinas terkait manajemen banjir dan edukasi masyarakat mengenai tindakan evakuasi mandiri.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, yang menewaskan korban dan menyebabkan evakuasi luas.

WHAT: Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, yang menewaskan korban dan menyebabkan evakuasi luas.
WHO: BNPB; petugas penyelamat; warga terdampak erupsi; pemerintah daerah Lumajang.
WHEN: Sabtu, 04-12-2024 00:00
WHERE: Gunung Semeru; -; -; Lumajang; Jawa Timur
HOW/Chronology: Erupsi mendadak Gunung Semeru pada 4 Desember 2024. Warga berhamburan mengungsi; 11 desa di Lumajang tertimbun abu; petugas penyelamat bekerja semalaman dan berhasil mengevakuasi 10 orang; korban tewas bertambah menjadi 13 pada 6 Desember; BNPB mengerahkan bantuan.
WHY: Letusan Gunung Semeru (aktivitas vulkanik) yang tidak diprediksi.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: properti pribadi
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: korban luka-luka 21 – 61
Perihal: Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur sejak Sabtu (4/12) dengan korban tewas bertambah menjadi 13, pengungsi, dan ratusan cedera.
Opini: Analisis: Erupsi Semeru adalah peristiwa vulkanik signifikan dengan dampak luas terhadap desa-desa di Lumajang. Kembali bertambahnya korbannya menunjukkan kebutuhan evakuasi dan penanganan pasca-bencana yang cepat. Prediksi: Kemungkinan ada erupsi susulan dengan abu tebal dan potensi bahaya lahar, sehingga daerah sekitar lereng tetap berisiko meskipun status siaga turun. Rekomendasi: 1) Perluasan daerah evakuasi dan distribusi bantuan yang terkoordinasi; 2) Layanan kesehatan fokus pada luka bakar dan trauma; 3) Distribusi masker, helm, dan perlindungan hidung/tenggorokan untuk warga; 4) Peningkatan monitoring vulkanologi dan pembaruan informasi publik secara berkala; 5) Koordinasi lintas lembaga (BNPB, Pemprov Jatim, Pemkab Lumajang, Basarnas, PMI, TNI/Polri) untuk logistik, transportasi, dan perlindungan warga; 6) Penyiapan tempat penampungan yang aman, pasokan air bersih, makanan, dan listrik sementara; 7) Pendidikan bahaya abu vulkanik bagi warga setempat untuk mengurangi risiko paparan di masa mendatang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Letusan Gunung Merapi yang menewaskan korban di Sleman, Yogyakarta.

WHAT: Letusan Gunung Merapi yang menewaskan korban di Sleman, Yogyakarta.
WHO: Korban meninggal dunia 161 orang; RS Sardjito Yogyakarta; Tim SAR, TNI, Relawan; warga Sleman; Gunung Merapi.
WHEN: 26-10-2010; 05-11-2010 dini hari
WHERE: Gunung Merapi, -, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
HOW/Chronology: Letusan Gunung Merapi menyebabkan 161 korban meninggal. 37 meninggal saat erupsi pada 26 Oktober 2010; 124 meninggal pada 5 November 2010. Korban dibawa ke RS Sardjito hingga 18.00 WIB; 91 korban dirawat (20 luka bakar, 71 nonluka); 12 jenazah di ruang forensik (10 dari evakuasi SAR/TNI/Relawan, 2 dari pasien). Pemakaman massal direncanakan untuk 13 November; evakuasi masih berlangsung.
WHY: Letusan Gunung Merapi (awan panas).

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka 62 – 122
Perihal: Letusan Gunung Merapi di Sleman, DI Yogyakarta pada 26 Oktober 2010 dan 5 November 2010, dengan total 161 korban meninggal dibawa ke RS Sardjito hingga 18
Opini: Analisis: Letusan Merapi menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang besar, dengan dua gelombang erupsi yang signifikan (26 Okt dan 5 Nov) dan tekanan besar pada fasilitas kesehatan seperti RS Sardjito. Evakuasi dan upaya penyelamatan masih berlangsung di wilayah sekitar Kali Gendol, menunjukkan kerapuhan infrastruktur dan respons darurat pada saat itu. Prediksi: Jika aktivitas Merapi berlanjut, kemungkinan korban tambahan tetap ada, terutama bagi warga di zona rawan aliran lava dan awan panas. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi warga di zona berbahaya; 2) Tingkatkan kapasitas fasilitas kesehatan dan forensik; 3) Koordinasikan SAR, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan Relawan secara terpadu; 4) Kelola pemakaman jenazah dengan etika dan efisiensi; 5) Perkuat logistik, perlengkapan, dan pelatihan relawan; 6) Tingkatkan komunikasi risiko dan edukasi kesiapsiagaan kepada publik; 7) Pantau aktivitas Gunung Merapi secara real-time dan siapkan rencana evakuasi lanjut.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.8

Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT.

WHAT: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT.
WHO: Gunung Lewotobi Laki-Laki; BNPB; PVMBG; penduduk setempat dan wisatawan terdampak; tim SAR/petugas.
WHEN: Minggu, 03-11-2024 24:00
WHERE: Gunung Lewotobi Laki-Laki, -, -, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
HOW/Chronology: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi sejak Minggu 3 November 2024 dini hari hingga Senin 4 November 2024 dini hari. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang; rumah-rumah ambruk, beberapa fasilitas terdampak; evakuasi warga dilakukan; PVMBG menaikkan status ke level IV (Awas); abu vulkanik mencapai sekitar 2.000 meter; pemerintah mengumumkan keadaan darurat hingga 31 Desember 2024 dan warga diminta menjauhi radius 7 km dari kawah.
WHY: Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang memicu erupsi; PVMBG menaikkan status menjadi level IV dan mengeluarkan peringatan.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: fasilitas umum
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT pada 3–4 November 2024; meningkat ke Level IV (Awas); beberapa rumah, sekolah, dan fasilitas lain rusak parah; korban meninggal mencapai 10; keadaan darurat diberlakukan hingga 31 Desember 2024.
Opini: Analisis: Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur dengan status siaga level IV (Awas) menunjukkan bahaya signifikan bagi warga sekitar serta kerusakan pada rumah, sekolah, dan fasilitas publik; korban meninggal 10 menunjukkan dampak langsung pada pemukiman. Prediksi: jika hujan turun, risiko lahar dan abu bisa meningkat, berpotensi memperluas area terdampak dan memperpanjang masa tanggap darurat. Rekomendasi: 1) Perluasan zona evakuasi dan penyediaan tempat pengungsian aman; 2) distribusi masker, alat pelindung pernapasan, dan panduan keselamatan; 3) perkuat koordinasi antara PVMBG, BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan relawan; 4) jamin ketersediaan logistik, air bersih, makanan, layanan kesehatan; 5) evaluasi infrastruktur kritis dan rencana mitigasi lahar serta evakuasi jangka pendek-panjang; 6) komunikasi risiko rutin agar warga patuh terhadap instruksi otoritas.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5

Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.

WHAT: Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.
WHO: Korban jiwa sebanyak 9 orang warga Desa Gamber; terlibat dalam penanganan: tim SAR gabungan (TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI), relawan, dan masyarakat setempat.
WHEN: Sabtu, 21-05-2016 16:48
WHERE: Gunung Sinabung, Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
HOW/Chronology: Letusan Gunung Sinabung pada 21 Mei 2016 sekitar pukul 16:48 WIB disertai awan panas yang meluncur ke Desa Gamber. Enam korban meninggal dan tiga luka bakar berat ditemukan di RSU Efarina Etaham Kabanjahe; semua korban merupakan warga Desa Gamber. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi; daerah sekitar berada di zona merah dan proses relokasi masyarakat sedang berlangsung.
WHY: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas; aktivitas warga dilarang karena bahaya erupsi dan zona merah.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 21–22 Mei 2016.
Opini: Analisis: Erupsi Sinabung menimbulkan risiko besar bagi penduduk di zona merah Desa Gamber dan sekitar, dengan korban jiwa dan luka akibat awan panas serta perlunya relokasi massal. Prediksi: Kemungkinan terjadinya letusan susulan dan lahar dingin/abu vulkanik berkelanjutan; risiko bagi petugas SAR meningkat jika evakuasi tidak sepenuhnya efektif. Rekomendasi: Perkuat dan percepat evakuasi ke tempat aman, teruskan relokasi warga dari zona berbahaya, tingkatkan pemantauan PVMBG dan koordinasi BNPB/TNI/Polri, serta sediakan bantuan dukungan jangka panjang bagi keluarga yang terdampak.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Erupsi Gunung Marapi yang menewaskan 23 pendaki dan menghentikan proses pencarian serta evakuasi.

WHAT: Erupsi Gunung Marapi yang menewaskan 23 pendaki dan menghentikan proses pencarian serta evakuasi.
WHO: Para pendaki Gunung Marapi (75 orang); tim SAR gabungan; Basarnas; PVMBG; BKSDA Sumatera Barat; pemerintah daerah (pemda); keluarga korban.
WHEN: Minggu, 03-12-2023 14:57
WHERE: Gunung Marapi, Nagari Batu Palano, -, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
HOW/Chronology: Erupsi Gunung Marapi terjadi pada 3 Desember 2023 sekitar pukul 14:57 WIB. 75 pendaki terdaftar. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi; 52 selamat, 23 meninggal dunia, 12 luka-luka. Evakuasi berlanjut hingga 6 Desember 2023, ketika seluruh korban telah ditemukan dan dievakuasi, sehingga pencarian dihentikan; pendakian ditutup.
WHY: Diduga erupsi freatik (letusan uap) akibat magma memanaskan air tanah; didorong oleh aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal 23 – 53
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Erupsi Gunung Marapi yang melibatkan 75 pendaki pada 3–4 Desember 2023; 23 meninggal dunia, 12 luka-luka; proses pencarian dan evakuasi telah dihentikan dan pendakian ditutup.
Opini: Analisis: Erupsi Gunung Marapi menunjukkan bahaya letusan mendadak dengan dampak signifikan terhadap pendaki; evakuasi yang dilakukan di tengah abu vulkanik dan erupsi berulang menandakan tantangan operasi SAR. Prediksi: kemungkinan erupsi susulan tetap ada dan risiko bahaya bagi pendaki maupun warga sekitar masih tinggi jika pembatasan pendakian tidak diperketat atau aktivitas gunung meningkat. Rekomendasi: perkuat pembatasan akses pendakian hingga situasi gunung aman; tingkatkan pemantauan dan koordinasi antar Basarnas, PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah; evaluasi protokol evakuasi dan kesiapsiagaan di pos-pos pendakian; sediakan informasi publik yang jelas mengenai risiko dan status pendakian; latihan kesiapsiagaan bagi komunitas sekitar serta evaluasi kebijakan izin pendakian dengan mitigasi bencana.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.6

Gempa bumi berkekuatan 7 SR melanda wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali.

WHAT: Gempa bumi berkekuatan 7 SR melanda wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali.
WHO: Korban meninggal 436 orang; luka-luka 1.353; pengungsi 352.793 (data 13/08/2018); BNPB, TNI, Polri, Pemda NTB dan Bali; Kepala Desa dan babinsa; Dinas Dukcapil; staf desa; NGO serta Tim SAR gabungan; warga terdampak.
WHEN: 5-08-2018
WHERE: Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali, Indonesia
HOW/Chronology: Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang NTB dan Bali; sebagian besar korban meninggal akibat runtuhnya bangunan; evakuasi, pengungsian, dan pendistribusian bantuan dilakukan oleh BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah; data korban terus diperbarui; pada 13/08/2018 pengungsi tercatat 352.793.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Skala: nasional
Kerusakan: properti pribadi
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka >= 204
Perihal: Gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang NTB dan Bali (5–8 Agustus 2018)
Opini: Analisis: Gempa berkekuatan 7 SR di NTB dan Bali menyebabkan dampak masif pada permukiman dan infrastruktur; respons nasional diperlukan karena skala dampak telah melampaui daerah, dengan pengungsian ratusan ribu orang dan kerugian ekonomi mencapai triliunan rupiah. Prediksi: Pemulihan akan memakan waktu panjang; risiko gempa susulan tetap ada, dan kebutuhan rehabilitasi rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur akan terus berlanjut hingga beberapa tahun. Rekomendasi: Prioritaskan kebutuhan dasar pengungsi (tenda, makanan, air, MCK), perbaiki jalur logistik dan akses jalan yang rusak; gunakan dukungan udara untuk daerah terisolir; lanjutkan verifikasi data korban untuk hak administrasi; lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip build back better and safer; tingkatkan kapasitas tanggap darurat nasional melalui koordinasi BNPB, TNI-Polri, Basarnas, Kemensos, dan pemerintah daerah; tingkatkan standar bangunan rumah tinggal agar tahan gempa dan persiapkan rencana mitigasi untuk gempa susulan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.0