Ricuh di Konser Tangerang Lentera Festival 2024 di Lapangan Sepak Bola Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.
WHAT: Ricuh di Konser Tangerang Lentera Festival 2024 di Lapangan Sepak Bola Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.
WHO: Penonton konser, Feel Koplo, Guyon Waton, Ndx Axa (penampil), panitia konser, pemilik sound system, Kanalmusikindonesia (sumber informasi).
WHEN: Hari Minggu, 23-06-2024 19:00 WIB.
WHERE: Lapangan Sepak Bola Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia.
HOW/Chronology: Penonton konser merasa kecewa karena penampilan Feel Koplo, Guyon Waton, dan Ndx Axa dibatalkan. Penonton yang sudah membeli tiket konser sejak enam bulan lalu mengamuk dengan merusak pagar dan panggung, serta membakar sound system panitia. Panitia konser kabur saat penonton mulai merusuh.
WHY: Kericuhan terjadi karena pembatalan penampilan dari musisi yang dinanti-nantikan oleh para penonton, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kemarahan yang berujung pada tindakan destruktif.
Analisis Level Ancaman
Senjata: tanpa senjataSarana: tanpa kendaraanMetode: tidak terorganisirJaringan: lokalDukungan: dalam negeriBisnis: tak berbisnisSkill: tidak terlatihJenis Aktor: bukan negaraKepentingan: pribadiIntensitas: insidentalKomitmen: terencanaInstrumen: fisikTarget: individu sipil
Perihal: Ricuh dan kerusuhan saat penampilan Feel Koplo, Guyon Waton, dan Ndx Axa dibatalkan di Konser Tangerang Lentera Festival 2024.
Opini dan Prediksi: Faktor-faktor yang mempengaruhi peristiwa tersebut antara lain kecewa karena penonton telah membayar tiket dengan harga yang cukup mahal namun penampilan yang dijanjikan dibatalkan, kurangnya koordinasi dan komunikasi dari pihak penyelenggara konser, serta ketidakmampuan pihak panitia dalam mengelola kerusuhan secara efektif. Pelaku pada kejadian tersebut adalah sejumlah penonton yang merasa kecewa dan kesal atas pembatalan penampilan, kemudian melakukan tindakan anarkis. Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak penyelenggara harus meningkatkan transparansi dalam penyelenggaraan acara, memberikan informasi yang jelas terkait kebijakan pembatalan atau perubahan penampilan, serta meningkatkan sistem keamanan dan penanganan kerusuhan yang lebih baik selama acara berlangsung.