Level Ancaman: 1.2

Banjir di Kota Semarang yang menimbulkan dua korban jiwa dan dua anak hanyut.

Rangkuman:
WHAT: Banjir di Kota Semarang yang menimbulkan dua korban jiwa dan dua anak hanyut.
WHO: BPBD Kota Semarang; warga terdampak; dua korban meninggal; dua anak hilang (ARA, RA); KAI Daop IV Semarang; petugas evakuasi.
WHEN: Selasa, 28-10-2025 16:30
WHERE: Jalan Kaligawe Raya, Kelurahan Karangkimpul, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah
HOW/Chronology: Banjir melanda Kota Semarang sejak dua hari terakhir akibat hujan lebat. BPBD melaporkan 24 kelurahan terdampak; sekitar 21.125 KK (63.450 jiwa) terdampak; pengungsi 15 orang. Dua korban meninggal akibat tenggelam; dua anak (ARA, 7 tahun; RA, 9 tahun) hanyut di dua lokasi berbeda (depan sekolah Tlogomulyo dan daerah Gasem) yang masih dicari. Kemacetan parah di beberapa jalan; beberapa kereta api dibatalkan. Upaya evakuasi dan pencarian masih berlangsung.
WHY: Hujan lebat berkepanjangan menyebabkan banjir dengan arus deras memperparah genangan.

Analisis Level Ancaman

Skala: kota
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir di Kota Semarang, 2 tewas dan 2 anak hanyut (28 Oktober 2025).
Opini: Analisis: Banjir di Semarang dipicu hujan lebat berkepanjangan yang menimbulkan genangan di beberapa kelurahan dan mengganggu transportasi serta layanan publik, menunjukkan kerentanan infrastruktur drainase dan manajemen bencana kota. Prediksi: jika hujan berlanjut, banjir dan gangguan layanan publik bisa bertambah luas dan durasi pemulihan lebih lama; risiko kehilangan korban atau pengungsi bisa meningkat. Rekomendasi: tingkatkan kapasitas drainase dan pemantauan banjir; evaluasi serta perbaiki infrastruktur transportasi terkait banjir; perkuat protokol evakuasi dan pencarian korban; tingkatkan koordinasi antara BPBD, Dinas Perhubungan, dan operasional KA untuk layanan darurat; siapkan pusat penampungan sementara dan bantuan logistik bagi pengungsi.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.2

Teks asli
Fakta-fakta Dampak Banjir Semarang, 2 Tewas dan 2 Anak Hanyut
Kondisi banjir di Jalan Kaligawe Raya, Kelurahan Karangkimpul, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Solo –
Banjir melanda Kota Semarang Jawa Tengah di sejumlah titik. Bahkan tidak hanya menimbulkan genangan air dan kemacetan. Bencana itu juga menimbulkan dua korban jiwa dan dua anak hanyut yang masih dalam pencarian.
Banjir yang sudah terjadi sepekan ada di sekitar jalur Pantura Kaligawe Kota Semarang. Kemudian selama dua hari terakhir yaitu Senin (27/10) dan Selasa (28/10) hujan turun dengan intensitas tinggi sehingga banjir meluas ke sejumlah titik.
BPBD setempat memberikan informasi bencana banjir lewat media sosial terkait titik banjir dan dampaknya, termasuk ada dua orang yang tewas tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua Orang Meninggal
Dalam data BPBD Kota Semarang hari Selasa (28/10) pukul 16.30 WIB, banjir merendam sebagian wilayah Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10-80 sentimeter, dengan titik terparah di kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar. Salah satu penyebab yaitu hujan lebat di pagi hari.
“Per 16.40 WIB, ada 24 kelurahan di 5 kecamatan terdampak banjir. Ada 21.125 KK atau 63.450 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi 15, korban meninggal 2,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto.
ADVERTISEMENT
Dia menjelaskan, dalam data yang diunggah sempat tertulis korban meninggal ada tiga orang, namun setelah diklarifikasi, korban meninggal akibat banjir ada dua orang dan satu orang yang sempat tercatat meninggal di rumah sakit karena sudah tua, bukan karena banjir.
“Jadi kita ralat ya, yang betul itu dua (korban meninggal). Kalau yang satu itu meninggal bukan karena banjir, itu mungkin sedang ada banjir, tapi meninggalnya di rumah sakit karena sakit sudah tua, beda,” kata Endro.
Dua Anak Hanyut
Selain dua korban meninggal, pada Selasa (28/10) petang terdapat informasi dua anak hanyut di dua lokasi berbeda. Korban pertama yaitu anak laki-laki berinisial ARA (7) yang disebut hanyut di depan sekolahnya daerah Tlogomulyo pukul 11.00 WIB dan hingga malam belum ditemukan. Lokasi kedua ada di daerah Gasem sekitar pukul 17.50 WIB dengan korban anak perempuan bernama RA (9).
Peristiwa yang menimpa RA itu sempat terekam CCTV, terlihat korban berjalan menuju saluran yang sedang dalam perbaikan dan di sekitarnya memang banjir. Korban langsung tercebur dan hanyut, kemudian ibunya terlihat berlari dan ikut masuk ke kubangan air. Warga berdatangan dan berusaha menolong ibu tersebut, namun sang anak sudah tidak terlihat lagi.
“Malam hari ini masih dalam pencarian, masih rescue. Karena arus air masih begitu deras, masih dilakukan penyisiran,” ucap Endro, Selasa (28/10) malam.
Macet Parah di Jalanan
Banjir di sejumlah titik ternyata berdampak pada kemacetan yang terjadi sejak siang kemarin di sejumlah ruas jalan. Bahkan kemacetan mengular sampai 6 km.
“Jalan arteri Soekarno Hatta macet karena dampak banjir di Gajah dan Medoho. Itu menyebabkan kendaraan dari beberapa arah menumpuk ke arteri. Panjang kemacetan sampai 5-6 kilometer,” kata Endro saat dihubungi detikJateng, Selasa (28/10/2025).
Dari pantauan detikJateng dari Jalan Soekarno Hatta kemarin, kepadatan terjadi sejak siang baik yang menuju barat atau timur. Sempat juga mengular di Jalan Woltermonbginsidi yang merupakan jalan alternatif bagi yang menghindari banjir Pantura Kaligawe. Bahkan di Jalan RA Kartini juga terjadi kepadatan.
Ana (33), warga Pedurungan mengatakan, ia mengalami kemacetan saat melintas di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Pedurungan. Ia mengaku, kemacetan sudah terasa sejak keluar rumah pukul 13.30 WIB dan baru bisa keluar dari kemacetan di daerah Medoho sekitar pukul 18.00 WIB.
“Jadi saya keluar rumah 13.30 WIB dari Pedurungan Tengah terus keluar ke Soekarno Hatta ke arah Jalan Majapahit itu terpantau berhenti antrean mobil. Kemudian saya diarahkan ke kanan ke arah Soetta yang ke Tlogosari karena ke kiri sudah nggak mungkin bisa,” ungkapnya kepada detikJateng.
“Terus saya ke kanan di perempatan Soetta di Palebon itu mulai padat. Kemudian pelan-pelan dari situ sampai ke sekitar Kampung Kecil mulai macet di sana, cuma maju sedikit berhenti,” lanjutnya.
3 Kereta Batal Berangkat
Manajer Humas KAI Daop IV Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan ada tiga kereta api yang dibatalkan sepenuhnya akibat banjir yang menggenangi jalur KA Semarang Tawang – Alastua.
“Adapun KA batal penuh pada hari ini per pukul 18.00 WIB akibat adanya gangguan tersebut yaitu KA 498 Kedungsepur batal sepanjang relasi Semarang Poncol-Ngrombo, KA 497 Kedungsepur batal sepanjang relasi Ngrombo-Semarang Poncol, dan KA 192 Joglosemarkerto batal sepanjang relasi Semarang Tawang-Solobalapan,” kata Franoto dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Selain tiga KA yang dibatalkan penuh, Franoto juga mengungkapkan ada empat KA yang perjalanannya dibatalkan sebagian.
“KA batal sebagian yaitu KA 189 Joglosemarkerto batal sepanjang relasi Alastua – Semarang Tawang KA 262, Blora Jaya batal sepanjang relasi Semarang Poncol-Alastua, KA 265 Ambarawa Ekspres batal sepanjang relasi Alastua-Semarang Poncol KA 231/232 Banyubiru batal sepanjang relasi Solo-Semarang Tawang,” jelas Franoto.
Rute Kereta Memutar
Franoto menjelaskan pihaknya juga menggunakan pola operasi memutar bagi enam KA. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah keterlambatan yang lebih lama.
“Karena ketinggian air terus naik, KAI Daop 4 memutuskan untuk melakukan rekayasa pola operasi. Rekayasa pola operasi jalan memutar bagi KA tersebut untuk mengurangi dampak kelambatan lebih tinggi lagi,” ujar Franoto.
Daftar KA memutar imbas genangan air di jalur kereta api KM 2+8/9 antara Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Alastua, pada Selasa (28/10) per pukul 21.00 WIB: