Rangkuman:
WHAT: Banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat; dampak meluas ke 39 kecamatan dengan 8 korban jiwa.
WHO: Warga terdampak; pengungsi; BPBD Kabupaten Sukabumi; BPBD Provinsi Jawa Barat; Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman; pemerintah daerah
WHEN: Rabu, 04-12-2024
WHERE: Banjir bandang dan tanah longsor, -, -, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
HOW/Chronology: Hujan intensitas sedang–lebat selama dua hari menyebabkan banjir bandang, longsor, angin kencang, dan pergerakan tanah. 317 titik bencana di 39 kecamatan; 8 korban meninggal, 4 hilang; rumah rusak/terendam; status tanggap darurat dan posko tanggap darurat didirikan.
WHY: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah selama dua hari, memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah.
Analisis Level Ancaman
Skala: kabupatenKerusakan: fasilitas umumMeninggal: korban meninggal 0 – 10Luka: –Perihal: Banjir bandang disertai tanah longsor meluas hingga 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 8 korban jiwa.Opini: Analisis: Banjir bandang disertai tanah longsor di Sukabumi dipicu hujan sedang hingga lebat selama dua hari, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, rumah warga, serta fasilitas umum. Proses tanggap darurat telah berjalan dengan penetapan status tanggap darurat selama sepekan; ribuan warga terdampak dan ratusan rumah rusak. Prediksi: Risiko banjir/longsor susulan masih tinggi jika curah hujan berlanjut, akses ke daerah terdampak masih terputus untuk sementara, dan kebutuhan logistik serta layanan dasar akan tetap tinggi. Rekomendasi: 1) Percepat evakuasi, bantuan logistik, dan penanganan kesehatan bagi pengungsi; 2) Perbaiki infrastruktur yang terdampak serta jalur evakuasi; 3) Perkuat koordinasi antar pemda, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan; 4) Tingkatkan upaya mitigasi seperti drainase, penanggulangan longsoran, dan sistem peringatan dini; 5) Lakukan evaluasi kerentanan lereng dan rencana rehabilitasi pemukiman secara berkelanjutan.
Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 1.5
Teks asli
Bencana di Sukabumi Tewaskan 8 Warga, Berdampak pada 39 Kecamatan
Dampak bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 39 kecamatan dan mengakibatkan 8 korban jiwa.
00:00
00:00
10
10
1.00x
Oleh Fabio Maria Lopes Costa
07 Des 2024 11:41 WIB · Lingkungan
BANDUNG, KOMPAS — Banjir bandang disertai tanah longsor terus meluas hingga 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 8 warga tewas dan 4 orang lainnya belum ditemukan.
Dari pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi hingga Sabtu (7/12/2024), daerah yang terdampak meningkat dari 34 kecamatan menjadi 39 kecamatan. Bencana yang berlangsung sejak Rabu lalu terjadi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pergerakan tanah.
Banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama dua hari. Rata-rata ketinggian air mencapai 1 meter hingga 2 meter.
”Total sebanyak 317 titik bencana di 39 kecamatan. Ratusan titik ini meliputi 137 titik longsor, 76 titik banjir, 21 titik angin kencang, dan 83 titik bencana pergerakan tanah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat Bambang Imanuddin di Sukabumi.
Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir.
Bambang menuturkan, total 8 korban tewas. Enam korban sudah diketahui identitasnya, sedangkan dua korban lainnya masih ditelusuri. Identitas enam korban ini meliputi Daffa, Ade Wahyu, Elma Ayunda, Sahroni, Dadang, dan Euis.
Diketahui warga yang terdampak mencapai 3.153 keluarga atau 4.892 jiwa. Sebanyak 2.859 warga di antaranya mengungsi ke tempat yang aman. Sementara itu, sebanyak 1.254 rumah rusak dan 1.090 rumah terendam banjir.
Ada pula sebanyak 34 ruas jalan yang terputus serta 79 bangunan fasilitas umum yang terdampak, antara lain jembatan saluran air, tempat ibadah, dan sekolah. Sawah seluas 46 hektar juga terdampak bencana banjir.
”Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir. Proses pencarian empat korban lainnya masih berlangsung hingga kini,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyatakan, pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat di Kabupaten Sukabumi selama sepekan. Menurut Ade, bencana ini yang terparah di Kabupaten Sukabumi dalam sepuluh tahun terakhir.
Ia pun menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membangun posko tanggap darurat di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Palabuhanratu. Para korban yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan selimut, bahan makanan dan pakaian yang layak.
”Korban yang terdampak terus meningkat. Kami terus berupaya menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian dan sejumlah kecamatan yang terisolasi, seperti Sagaranten,” katanya.
BANDUNG, KOMPAS — Banjir bandang disertai tanah longsor terus meluas hingga 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 8 warga tewas dan 4 orang lainnya belum ditemukan.
Dari pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi hingga Sabtu (7/12/2024), daerah yang terdampak meningkat dari 34 kecamatan menjadi 39 kecamatan. Bencana yang berlangsung sejak Rabu lalu terjadi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pergerakan tanah.
Banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama dua hari. Rata-rata ketinggian air mencapai 1 meter hingga 2 meter.
”Total sebanyak 317 titik bencana di 39 kecamatan. Ratusan titik ini meliputi 137 titik longsor, 76 titik banjir, 21 titik angin kencang, dan 83 titik bencana pergerakan tanah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat Bambang Imanuddin di Sukabumi.
Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir.
Bambang menuturkan, total 8 korban tewas. Enam korban sudah diketahui identitasnya, sedangkan dua korban lainnya masih ditelusuri. Identitas enam korban ini meliputi Daffa, Ade Wahyu, Elma Ayunda, Sahroni, Dadang, dan Euis.
Diketahui warga yang terdampak mencapai 3.153 keluarga atau 4.892 jiwa. Sebanyak 2.859 warga di antaranya mengungsi ke tempat yang aman. Sementara itu, sebanyak 1.254 rumah rusak dan 1.090 rumah terendam banjir.
Ada pula sebanyak 34 ruas jalan yang terputus serta 79 bangunan fasilitas umum yang terdampak, antara lain jembatan saluran air, tempat ibadah, dan sekolah. Sawah seluas 46 hektar juga terdampak bencana banjir.
”Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir. Proses pencarian empat korban lainnya masih berlangsung hingga kini,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyatakan, pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat di Kabupaten Sukabumi selama sepekan. Menurut Ade, bencana ini yang terparah di Kabupaten Sukabumi dalam sepuluh tahun terakhir.
Ia pun menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membangun posko tanggap darurat di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Palabuhanratu. Para korban yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan selimut, bahan makanan dan pakaian yang layak.
”Korban yang terdampak terus meningkat. Kami terus berupaya menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian dan sejumlah kecamatan yang terisolasi, seperti Sagaranten,” katanya.