Banjir dan longsor di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang menewaskan 60 orang

WHAT: Banjir dan longsor di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang menewaskan 60 orang
WHO: Warga terdampak banjir; BNPB; BMKG; BPBD DKI Jakarta; PLN; PMI; pemerintah daerah
WHEN: Rabu, 01-01-2020 00:00
WHERE: Beberapa wilayah Jabodetabek; -; -; Jakarta; DKI Jakarta
HOW/Chronology: Hujan deras menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. BNPB/BMKG mengeluarkan peringatan dini; evakuasi warga dilakukan; listrik dipadamkan di wilayah terdampak; sekitar 60 orang meninggal hingga awal Januari 2020.
WHY: Curah hujan tinggi berkelanjutan dan luapan Sungai Ciliwung; hujan ekstrem diprediksi berlanjut.

Analisis Level Ancaman

Skala: regional
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 54 – 94
Luka: –
Perihal: Banjir di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat hujan ekstrem
Opini: Analisis: Hujan ekstrem menyebabkan banjir besar di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, mengganggu infrastruktur (jalan, kereta rel listrik), listrik, dan pemukiman sehingga banyak warga harus mengungsi. Data menunjukkan 60 kematian dan sekitar 92.000 pengungsi, mencerminkan kerentanan wilayah yang padat penduduk dan kapasitas respons yang perlu ditingkatkan. Prediksi: Tanpa mitigasi berkelanjutan, hujan ekstrem kemungkinan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan, longsor, dan gangguan layanan publik. Rekomendasi: 1) Perluas dan percepat evakuasi serta penyediaan fasilitas pengungsian; 2) Tingkatkan pemulihan infrastruktur vital (listrik, transportasi) dan pastikan keamanan wilayah rawan banjir; 3) Percepat normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase; 4) Perkuat koordinasi BNPB, BPBD, PMI, TNI/Polri dan kementerian terkait dalam respons terintegrasi; 5) Tingkatkan komunikasi risiko dan edukasi warga tentang tindakan darurat; 6) Lakukan pemetaan risiko banjir untuk perencanaan tata ruang jangka panjang dan mitigasi bencana.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.75

Gempa bumi berkekuatan 7 SR melanda wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali.

WHAT: Gempa bumi berkekuatan 7 SR melanda wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali.
WHO: Korban meninggal 436 orang; luka-luka 1.353; pengungsi 352.793 (data 13/08/2018); BNPB, TNI, Polri, Pemda NTB dan Bali; Kepala Desa dan babinsa; Dinas Dukcapil; staf desa; NGO serta Tim SAR gabungan; warga terdampak.
WHEN: 5-08-2018
WHERE: Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali, Indonesia
HOW/Chronology: Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang NTB dan Bali; sebagian besar korban meninggal akibat runtuhnya bangunan; evakuasi, pengungsian, dan pendistribusian bantuan dilakukan oleh BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah; data korban terus diperbarui; pada 13/08/2018 pengungsi tercatat 352.793.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Skala: nasional
Kerusakan: properti pribadi
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka >= 204
Perihal: Gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang NTB dan Bali (5–8 Agustus 2018)
Opini: Analisis: Gempa berkekuatan 7 SR di NTB dan Bali menyebabkan dampak masif pada permukiman dan infrastruktur; respons nasional diperlukan karena skala dampak telah melampaui daerah, dengan pengungsian ratusan ribu orang dan kerugian ekonomi mencapai triliunan rupiah. Prediksi: Pemulihan akan memakan waktu panjang; risiko gempa susulan tetap ada, dan kebutuhan rehabilitasi rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur akan terus berlanjut hingga beberapa tahun. Rekomendasi: Prioritaskan kebutuhan dasar pengungsi (tenda, makanan, air, MCK), perbaiki jalur logistik dan akses jalan yang rusak; gunakan dukungan udara untuk daerah terisolir; lanjutkan verifikasi data korban untuk hak administrasi; lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip build back better and safer; tingkatkan kapasitas tanggap darurat nasional melalui koordinasi BNPB, TNI-Polri, Basarnas, Kemensos, dan pemerintah daerah; tingkatkan standar bangunan rumah tinggal agar tahan gempa dan persiapkan rencana mitigasi untuk gempa susulan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.0

Banjir dan longsor di Sumatera Barat

WHAT: Banjir dan longsor di Sumatera Barat
WHO: BNPB; Kepala BNPB Suharyanto; warga terdampak (korban, hilang, pengungsi); pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana
WHEN: Minggu, 30-11-2025
WHERE: Kejadian banjir dan longsor; -; -; -; Sumatera Barat
HOW/Chronology: BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat bertambah menjadi 129 orang, hilang 118 orang, luka-luka 16. Agam menjadi wilayah dengan korban meninggal dan hilang terbanyak. Seiring berjalannya waktu, situasi membaik dibanding Aceh dan Sumatera Utara; logistik didistribusikan di delapan kabupaten; pengungsi mulai kembali ke rumah pada siang hari; beberapa infrastruktur seperti jembatan dan jalan rusak tetap menjadi perhatian. Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.
WHY: Banjir dan longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi/cuaca ekstrem

Analisis Level Ancaman

Skala: nasional
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Banjir dan longsor di Sumatera Barat (serta wilayah terkait) mengakibatkan banyak korban, pengungsian luas, serta kerusakan infrastruktur.
Opini: Analisis: Banjir dan longsor besar menimbulkan dampak serius dengan banyak korban jiwa dan pengungsi serta kerusakan pada infrastruktur penting. Prediksi: jika curah hujan masih tinggi atau longsor susulan terjadi, korban dan kebutuhan bantuan dapat meningkat; pemulihan di daerah terdampak akan memerlukan waktu lama. Rekomendasi: tingkatkan operasional SAR dan distribusi logistik, perbaiki jalan dan jembatan kritis, sediakan air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dukungan psikososial bagi pengungsi, evaluasi dan tingkatkan ketahanan infrastruktur, serta tingkatkan koordinasi lintas daerah dan nasional untuk sumber daya.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.0

Banjir bandang dan longsor di Aceh

WHAT: Banjir bandang dan longsor di Aceh
WHO: Pemerintah Provinsi Aceh melalui Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh; juru bicara Murthalamuddin; Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir; warga terdampak dan pengungsi; 18 kabupaten/kota terdampak
WHEN: Kamis, 27-11-2025
WHERE: Banjir bandang; Desa Manyang Cut; Mereudu; Pidie; Aceh
HOW/Chronology: Pada Kamis 27 November 2025 banjir bandang melanda Desa Manyang Cut, Mereudu, Pidie, Aceh. Data per 30 November 2025 pukul 20:23 WIB menunjukkan 102 korban meninggal dan 116 hilang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan 292.806 pengungsi di 1.652 desa. Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh menyatakan keadaan serius; upaya evakuasi, layanan kesehatan, dan bantuan logistik diperkuat. Pemerintah juga membangun akses dan infrastruktur untuk pemulihan, termasuk rencana jembatan Bailey antara Bireuen dan Aceh Utara; penanganan lanjut dilakukan secara berkelanjutan.
WHY: Bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) yang melanda Aceh akibat cuaca ekstrem.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: –
Perihal: Banjir longsor di Aceh yang melanda 18 kabupaten/kota, menewaskan 102 orang dan hilang 116 orang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan gangguan infrastruktur.
Opini: Analisis: Banjir longsor dan banjir bandang di Aceh menimbulkan korban jiwa dan pengungsian luas, dengan dampak signifikan pada infrastruktur dan konektivitas daerah. Prediksi: tanpa mitigasi dan respons cepat, risiko bencana susulan serta gangguan pasca-bencana bisa berlanjut selama periode hidrometeorologi; Rekomendasi: 1) percepat evakuasi dan akses jalur yang terdampak, 2) perkuat logistik, layanan kesehatan, dan bantuan darurat, 3) perbaiki infrastruktur kritis seperti jembatan Bailey dan jalan utama, 4) tingkatkan koordinasi antar instansi dan relawan, 5) tingkatkan sistem peringatan dini dan evaluasi mitigasi banjir longsor jangka panjang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.4

Banjir terparah di Bali dengan jalan lumpuh, bangunan roboh, dan korban jiwa.

WHAT: Banjir terparah di Bali dengan jalan lumpuh, bangunan roboh, dan korban jiwa.
WHO: Warga terdampak; Basarnas Bali; BNPB; BPBD Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan; pemerintah daerah dan nasional (Wali Kota Denpasar, Gubernur Bali, Wapres, Presiden); tim SAR dan petugas penanganan darurat.
WHEN: Mulai Selasa 09-09-2025 malam hingga Sabtu 12-09-2025
WHERE: Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali; -, –
HOW/Chronology: Hujan deras sejak 09-09-2025 malam hingga 10-09-2025 pagi menyebabkan sungai meluap dan banjir besar melanda Denpasar dan wilayah Bali lainnya; rumah, pasar, dan bangunan terendam atau roboh; evakuasi warga dan pencarian korban dilakukan oleh Basarnas, BNPB, BPBD; status tanggap darurat banjir ditetapkan.
WHY: Curah hujan ekstrem lebih dari 12 jam tanpa henti, ditambah tumpukan sampah di aliran sungai yang memperparah banjir.

Analisis Level Ancaman

Skala: regional
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: –
Perihal: Banjir besar melanda enam kabupaten/kota di Bali pada 9–10 September 2025, merendam ratusan rumah, pasar tradisional, dan jalan; beberapa bangunan roboh; 18 orang meninggal; status tanggap darurat diterapkan.
Opini: Analisis: Banjir besar di Bali dipicu hujan ekstrem yang turun sepanjang malam dan drainase yang belum memadai; Denpasar paling parah terdampak dengan dampak signifikan pada rumah, pasar, dan infrastruktur kota. Prediksi: tanpa peningkatan kapasitas drainase dan penataan wilayah rawan banjir, kejadian serupa bisa terulang dengan kerugian lebih besar. Rekomendasi: 1) tingkatkan kapasitas drainase dan normalisasi sungai; 2) perbaiki infrastruktur publik seperti jalan dan underpass; 3) perkuat sistem evakuasi, posko darurat, dan logistik; 4) rutin bersihkan sampah di aliran sungai; 5) tingkatkan koordinasi antara BNPB, Pemda Bali, TNI/Polri, Basarnas, dan BPBD; 6) implementasikan kebijakan adaptasi iklim pada perencanaan kota.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.25

Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh

WHAT: Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh
WHO: Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Suherman; Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak; TNI, Polri; relawan; Basarnas; RAPI; PMI; BPBD; warga terdampak
WHEN: Rabu, 07-12-2016 05:03
WHERE: gempa bumi, -, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh
HOW/Chronology: Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Aceh pada 05:03 WIB; Meureudu dan Ulee Glee paling parah; 92 meninggal dan 213 luka; evakuasi korban ke rumah sakit; penanganan dan pencarian dilakukan oleh TNI, Polri, relawan, Basarnas, RAPI, PMI, BPBD
WHY: Aktivitas tektonik lempeng bumi (gempabumi alami)

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal 54 – 94
Luka: korban luka-luka >= 204
Perihal: Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter di wilayah Pidie Jaya, Aceh pada 7 Desember 2016.
Opini: Analisis: Gempa berkekuatan 6,5 SR terjadi di darat, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dan infrastruktur di beberapa kecamatan Meureudu, Tringgadeng, Bandar Dua, Bandar Baru, Meurah Dua; fasilitas umum seperti masjid dan RSUD terdampak serta evakuasi berjalan. Kerentanan bangunan terhadap gempa dan kapasitas tanggap darurat menjadi fokus utama. Prediksi: potensi gempa susulan masih ada di zona sesar Aceh; tanpa mitigasi yang lebih baik, kerugian bisa meningkat di masa mendatang. Rekomendasi: 1) lakukan evaluasi dan perbaikan struktural bangunan publik serta infrastruktur kunci; 2) percepat rehabilitasi fasilitas umum dan perbaikan jalur evakuasi; 3) tingkatkan pelatihan dan pembentukan Satuan Tanggap Bencana Desa; 4) perkuat koordinasi antar instansi (TNI/Polri, BPBD, Basarnas, PMI, relawan); 5) tambah alat pemantau gempa dan integrasikan dengan sistem peringatan dini; 6) rencanakan pembangunan tahan gempa untuk daerah rawan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.25