Kelompok Houthi menculik Ibrahim Al-Yarimi dan berencana untuk menguburkan keluarganya beserta sembilan korban lainnya di kota Radaa, provinsi Al-Bayda.
WHAT: Kelompok Houthi menculik Ibrahim Al-Yarimi dan berencana untuk menguburkan keluarganya beserta sembilan korban lainnya di kota Radaa, provinsi Al-Bayda.
WHO: Pemerintah Yaman, kelompok Houthi yang melakukan penculikan, Ibrahim Al-Yarimi, Abdullah Idris, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Yaman, komunitas internasional.
WHEN: Hari Minggu, 31-03-2024, setelah salat Dzuhur, bertepatan dengan 21 Ramadhan 1445 H.
WHERE: Kota Radaa, provinsi Al-Bayda, Yaman.
HOW/Chronology: Ibrahim Al-Yarimi diculik di tengah pasar kota Radaa oleh kelompok Houthi dan dibawa ke rumah Abdullah Idris. Houthi memaksa Ibrahim untuk menandatangani persetujuan penguburan keluarganya dan sembilan korban lain yang tewas. Mereka berencana menguburkan korban setelah salat Dzuhur di pemakaman kota Radaa.
WHY: Kelompok Houthi menculik Ibrahim Al-Yarimi dan korban lain serta berencana menguburkan mereka untuk mengaburkan dan menutupi dampak kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil di daerah Al-Hafra.
Analisis Level Ancaman
Senjata: tanpa senjataSarana: tanpa kendaraanMetode: terorganisirJaringan: lokalDukungan: dalam negeriBisnis: tak berbisnisSkill: terlatihJenis Aktor: tidak diketahuiKepentingan: politikIntensitas: insidentalKomitmen: terencanaInstrumen: fisikTarget: individu sipil
Perihal: Penculikan Ibrahim Al-Yarimi oleh kelompok Houthi di kota Radaa, Yaman.
Opini dan Prediksi: Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi terjadinya kejadian tersebut adalah konflik politik dan teritorial di Yaman, ambisi kekuasaan kelompok Houthi, serta ketidakstabilan negara Yaman. Pelaku dari kejadian tersebut diduga merupakan anggota kelompok Houthi yang berperan dalam pengambilan tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, diperlukan kerjasama internasional yang kuat untuk menekan kelompok ekstremis, memperkuat tatanan keamanan dan keadilan di negara-negara yang terlibat, serta memperkuat lembaga pemantau hak asasi manusia untuk mencegah pelanggaran yang terjadi.