Kejadian keributan dan penyerangan terhadap anggota TNI oleh WN China di area PT SRM, Kalimantan Barat.

WHAT: Kejadian keributan dan penyerangan terhadap anggota TNI oleh WN China di area PT SRM, Kalimantan Barat.
WHO: Belasan WN China; pengamanan sipil PT SRM; anggota TNI Yonzipur 6/SD Anjungan; Imran Kurniawan (Chief Security PT SRM); Polsek Tumbang Titi
WHEN: Minggu kemarin, sekitar pukul 15:40 WIB
WHERE: PT SRM; Desa Pemuatan Batu; Kecamatan Tumbang Titi; Ketapang; Kalimantan Barat
HOW/Chronology: Pengamanan PT SRM sedang bertugas ketika melihat drone di area Perusahaan. Sekitar 15:40 WIB, 300 meter dari pintu PT SRM, empat WN China yang menerbangkan drone didatangi. Saat pengamanan maupun TNI turun, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya membawa sajam dan airsoft gun menyerang enam anggota. Pelaku menyerang until kalah jumlah lalu melarikan diri. Satu sajam diamankan; satu mobil dan satu sepeda motor perusahaan dirusak. Polsek Tumbang Titi telah dihubungi untuk penyelidikan.
WHY: Motif belum diketahui; diduga terkait penerbangan drone dan serangan terhadap petugas keamanan.

Analisis Level Ancaman

Senjata: senjata tajam dan airsoft gun
Sarana: mobil
Metode: terorganisir
Jaringan: individu atau kelompok terbatas
Dukungan: berdiri sendiri
Bisnis: tak berbisnis
Skill: terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: lain-lain
Intensitas: sesekali
Komitmen: terencana
Instrumen: fisik
Target: anggota TNI

Perihal: Keributan melibatkan 15 Warga Negara Asing asal China di kawasan perusahaan pertambangan emas di Kalimantan Barat. Mereka diduga melakukan perusakan, penyerangan terhadap anggota TNI, serta merusak kendaraan perusahaan.

Opini dan Prediksi: Analisa: 1) Aksi kerusuhan ini melibatkan individu atau kelompok terbatas, bukan terorganisasi secara besar; 2) Tidak adanya hubungan dengan jenis bisnis tertentu menunjukkan motif aksi lebih ke konflik personal daripada kepentingan ekonomi; 3) Tingkat kekerasan dengan senjata tajam dan airsoft gun menandakan intensitas aksi yang tinggi namun bersifat sesekali; 4) Pelaku diduga memiliki keahlian terlatih dalam penggunaan senjata karena efektivitas serangan tersebut; 5) Komitmen terencana terlihat dari penggunaan senjata tajam dan aksi koordinasi dalam menyerang anggota TNI; 6) Target aksi adalah anggota TNI, menunjukkan adanya sasaran spesifik dalam kejadian tersebut.
Prediksi: 1) Diperlukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif sebenarnya di balik keributan tersebut; 2) Kemungkinan adanya ketegangan yang berlanjut antara pihak perusahaan dan Warga Negara Asing terkait; 3) Kehadiran anggota polisi perlu diperkuat untuk mencegah eskalasi konflik di wilayah tersebut; 4) Peningkatan keamanan dan pemantauan terhadap kelompok Warga Negara Asing di area pertambangan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Rekomendasi: 1) Koordinasi antara pihak keamanan perusahaan, TNI, dan aparat kepolisian perlu ditingkatkan untuk memastikan keamanan di kawasan pertambangan; 2) Melakukan peningkatan pemantauan terhadap aktivitas dan interaksi antara Warga Negara Asing dengan pihak lokal untuk mencegah konflik yang merugikan kedua belah pihak; 3) Pelaksanaan pendekatan dialogis untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut; 4) Perlu dipertimbangkan tindakan hukum terhadap pelaku keributan sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.49

Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat; 22 karyawan meninggal dunia.

WHAT: Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat; 22 karyawan meninggal dunia.
WHO: Karyawan Terra Drone (22 korban meninggal; 19 selamat); Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta; Kepala Dinas Bayu Megantara; warga pelapor; 29 unit damkar; 101 personel.
WHEN: Selasa, 09-12-2025 12:43
WHERE: Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Jakarta Pusat, Jakarta, DKI Jakarta
HOW/Chronology: Kebakaran dilaporkan pada pukul 12:43 WIB. Tim Damkar membawa 29 unit mobil dan 101 personel ke TKP untuk pemadaman. Api padam dan memasuki fase pendinginan sekitar pukul 17:38 WIB. Korban meninggal sebanyak 22 orang, seluruhnya karyawan Terra Drone; korban selamat 19 orang.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: darat
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: –
Perihal: Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat.
Opini: Analisis: Kebakaran gedung Terra Drone menyoroti risiko kebakaran pada gedung perkantoran dengan jumlah karyawan besar jika protokol evakuasi dan deteksi dini tidak efektif. Fakta 22 korban meninggal dan 19 selamat menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan mungkin belum memadai atau belum optimal berfungsi. Prediksi: tanpa peningkatan kualitas sistem keselamatan, pelatihan, dan koordinasi darurat, risiko kejadian serupa bisa meningkat di gedung-gedung serupa. Rekomendasi: perbaiki persyaratan keselamatan gedung dengan instalasi deteksi kebakaran dan sprinkler, pastikan jalur evakuasi tidak terhalang, lakukan latihan evakuasi berkala, tingkatkan kapasitas tim pemadam, serta perketat inspeksi berkala terhadap sarana keselamatan gedung oleh dinas terkait.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 54 orang.

WHAT: Ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 54 orang.
WHO: SMAN 72 Jakarta; Kompleks Perumahan Kodamar TNI AL Kelapa Gading; TNI AL; Brimob; Polda Metro Jaya; korban luka 54 orang.
WHEN: Jumat, 07-11-2025 12:15
WHERE: SMAN 72 Jakarta; Kelapa Gading; Kelapa Gading; Jakarta Utara; DKI Jakarta
HOW/Chronology: Ledakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di SMAN 72 Jakarta, di kompleks perumahan Kodamar TNI AL Kelapa Gading. 54 korban luka. Evakuasi ke Balai Kesehatan Kompleks Perumahan TNI AL, lalu dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan Puskesmas Kelapa Gading. Brimob disiagakan untuk penyelidikan; penyebab ledakan masih dalam tahap penyelidikan oleh TNI AL dan Polda Metro Jaya.
WHY: Masih dalam penyelidikan.

Analisis Level Ancaman

Senjata: bahan peledak
Sarana: tanpa kendaraan
Metode: tidak terorganisir
Jaringan: individu
Dukungan: luar negeri
Bisnis: bahan peledak
Skill: tidak terlatih
Jenis Aktor: tidak diketahui
Kepentingan: lain-lain
Intensitas: insidental
Komitmen: tidak terencana
Instrumen: fisik
Target: individu sipil

Perihal: Ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 54 orang terjadi di kompleks perumahan Komando Daerah Maritim (Kodamar) TNI AL Kelapa Gading.

Opini dan Prediksi: Analisa: 1) Insiden ledakan terjadi secara tiba-tiba dan tidak terencana, menunjukkan tidak adanya persiapan atau perencanaan sebelumnya oleh pelaku; 2) Jumlah korban yang terluka menunjukkan dampak yang signifikan dari tindakan individu sipil yang melakukan peledakan, dengan luka ringan dan sedang yang dialami oleh korban; 3) Keterlibatan TNI AL dan kepolisian menunjukkan respons cepat dalam menangani situasi serta memberikan pertolongan kepada korban; 4) Proses penyelidikan masih berlangsung, namun belum ada informasi yang jelas mengenai motif atau alasan di balik insiden ini.
Prediksi: 1) Kemungkinan akan ada investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan pelaku dari ledakan tersebut; 2) Diperlukan kerja sama antara pihak keamanan untuk memastikan keamanan masyarakat dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang; 3) Adanya perhatian khusus terhadap keamanan di wilayah sekolah dan kompleks perumahan TNI AL untuk mencegah potensi ancaman keamanan di tempat tersebut.
Rekomendasi: 1) Merupakan pentingnya pelibatan tim forensik dan petugas Jibom untuk melakukan penyelidikan forensik dan analisis barang bukti; 2) Mendorong peningkatan keamanan di kompleks perumahan militer dan sekitarnya untuk mencegah aksi serupa di masa depan; 3) Memperkuat kerjasama antara TNI AL, kepolisian, dan lembaga keamanan terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut; 4) Menyediakan bantuan medis dan psikologis bagi korban dan keluarganya untuk pemulihan fisik dan mental pasca-insiden ledakan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.62

Kandasnya Kapal Motor Penumpang KMP Gerbang Samudra 2 di Selat Bali dekat Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat angin kencang dan arus laut.

WHAT: Kandasnya Kapal Motor Penumpang KMP Gerbang Samudra 2 di Selat Bali dekat Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat angin kencang dan arus laut.
WHO: KMP Gerbang Samudra 2; KMP Gerbang Samudra 5; 269 penumpang; nakhoda M. Reza Pratama HS; Basarnas; Sat Polairud Polres Jembrana; kru dek kapal
WHEN: Minggu, 22-06-2025 04:44
WHERE: KMP Gerbang Samudra 2; Gilimanuk; Kecamatan Gilimanuk; Kabupaten Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kandasnya KMP Gerbang Samudra 2 sekitar pukul 04:44 WITA di perairan Selat Bali, sekitar 200 meter dari Pura Segara Gilimanuk, saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Upaya penarikan menggunakan KMP Gerbang Samudra 5 dilakukan sekitar pukul 08:00 WITA, tetapi kapal belum bergerak hingga 09:00 WITA. Evakuasi dihentikan sementara untuk menunggu air pasang dan pembuangan ballast. Pada 09:15 WITA evakuasi penumpang dimulai dengan bantuan KP XI-2006 Tanjung Rening Sat Polairud Jembrana dan Basarnas; muatan terdiri dari 269 orang dan beberapa kendaraan. Hingga 11:00 WITA kapal belum bergerak dan menunggu air pasang; situasi dinyatakan kondusif; estimasi air pasang sekitar 20.00 WITA.
WHY: Angin kencang dan arus kuat dari arah selatan ke utara diduga menjadi penyebab kandasnya kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: KMP Gerbang Samudra 2 kandas di Selat Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat terjangan angin dan arus kuat; 269 orang dievakuasi dengan selamat.
Opini: Analisis: Terjangan angin dan arus laut kuat di Selat Bali menyebabkan kapal kandas. Evakuasi melibatkan Basarnas dan Polairud, dengan situasi relatif terkendali meski upaya penarikan sempat tertunda. Prediksi: Jika cuaca buruk berlanjut atau arus kuat terulang, risiko kejadian serupa bisa meningkat dan proses evakuasi bisa memakan waktu lebih lama. Rekomendasi: tingkatkan pemantauan cuaca laut dan arus; perkuat prosedur evakuasi darat–laut dan kesiapsiagaan rescue; pastikan peralatan towing/salvage memadai; lakukan latihan evakuasi berkala; dan tingkatkan koordinasi real-time antara pelabuhan, Polairud, dan Basarnas.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

Kapal penumpang KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.

WHAT: Kapal penumpang KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
WHO: KMP Yunicee; penumpang sekitar 40 orang; enam korban meninggal; tim SAR Gabungan (SAR Jembrana, Singaraja, Ketapang); Polres Jembrana (AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa); Brimob dan petugas pelabuhan Gilimanuk.
WHEN: Selasa, 29-06-2021 19:20
WHERE: Pelabuhan Gilimanuk; Gilimanuk; Gilimanuk; Jembrana; Bali
HOW/Chronology: KMP Yunicee berangkat dari Ketapang menuju Gilimanuk; saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk kapal tenggelam/ terbalik di perairan utara lampu merah Gilimanuk sekitar 19:20 WITA; diperkirakan mengangkut sekitar 40 penumpang; enam korban meninggal; penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi; SAR Gabungan dari Jembrana, Singaraja, Ketapang melakukan pencarian; Brimob mendirikan pos darurat; korban ditemukan di pesisir Gilimanuk; pencarian terus dilakukan.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: KMP Yunicee tenggelam di perairan Bali saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
Opini: Analisis: KMP Yunicee tenggelam saat hendak bersandar di Gilimanuk, dengan beberapa korban meninggal dunia. Informasi mengenai jumlah korban luka-luka tidak disebutkan secara rinci; kapal diperkirakan mengangkut beberapa truk, motor, dan mobil, sehingga risiko bagi penumpang dan kargo cukup tinggi. Prediksi: Insiden serupa bisa terjadi lagi jika kelengkapan keselamatan kapal, navigasi, dan respons SAR tidak ditingkatkan, terutama di jalur sibuk Bali–Gilimanuk. Rekomendasi: tingkatkan pengawasan pelayaran dan koordinasi antar pelabuhan; pastikan penggunaan AIS secara aktif; lakukan latihan evakuasi rutin bagi kru dan awak kapal; audit kelayakan kapal secara berkala; perkuat posko SAR dan kerjasama dengan Basarnas serta otoritas pelabuhan untuk respons lebih cepat.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8

KMP Agung Samudra 9 kandas di Perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali; evakuasi penumpang dan ABK.

WHAT: KMP Agung Samudra 9 kandas di Perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali; evakuasi penumpang dan ABK.
WHO: KMP Agung Samudra 9; 49 penumpang; 24 ABK; KMP Agung Samudra 18; Basarnas Jembrana; TNI AL Gilimanuk; Polres Jembrana (Polair); Dewa Hendri Gunawan (Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana)
WHEN: Senin, 23-06- – 16:10 WITA
WHERE: Perairan Gilimanuk, -, Kecamatan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali
HOW/Chronology: KMP Agung Samudra 9 kandas di Perairan Gilimanuk sekitar 16:10 WITA. Upaya penarikan awal gagal; evakuasi 49 penumpang dan 24 ABK dilakukan melalui tiga sorti mulai 21:29 WITA. RIB Basarnas mengevakuasi 13 orang pertama; speed boat Polair mengevakuasi 24 penumpang berikutnya; sorti ketiga membawa 12 penumpang ke dermaga Teluk Gilimanuk. KMP Agung Samudra 18 berhasil membebaskan kapal pada 22:22 WITA; kedua kapal bersandar di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk pada 00:17 WITA hari berikutnya. 24 ABK tetap di kapal.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Senjata: tanpa senjata
Sarana: kapal motor
Metode: tidak terorganisir
Jaringan: lokal
Dukungan: dalam negeri
Bisnis: tak berbisnis
Skill: terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: lain-lain
Intensitas: insidental
Komitmen: tidak terencana
Instrumen: fisik
Target: individu sipil

Perihal: Kapal Motor Penumpang (KMP) Agung Samudra 9 kandas di Perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, dan berhasil dievakuasi bersama penumpang dan ABK-nya.

Opini dan Prediksi: Analisa: 1) Kejadian kapal kandas ini terjadi secara insidental dan tidak terorganisir, kemungkinan disebabkan oleh kondisi cuaca atau kesalahan manusia dalam navigasi; 2) Evakuasi dilakukan dengan cepat oleh tim SAR menggunakan alat-alat bantu seperti RIB Basarnas dan kapal Polair, menunjukkan kesiapan dalam menangani kejadian darurat dan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama; 3) Tingginya jumlah penumpang dan ABK yang dievakuasi menunjukkan kinerja yang efektif dan efisien dari tim SAR dalam menangani kejadian tersebut.
Prediksi: 1) Kondisi laut yang berpotensi berbahaya di sekitar Perairan Gilimanuk tetap perlu diwaspadai untuk mencegah kejadian serupa di masa depan; 2) Pentingnya peningkatan pengawasan dan regulasi keselamatan pelayaran di wilayah tersebut agar kecelakaan kapal dapat diminimalisir; 3) Kemungkinan akan ada investigasi lebih lanjut terkait penyebab kandasnya kapal agar langkah pencegahan dapat diterapkan di masa mendatang.
Rekomendasi: 1) Meningkatkan patroli dan pengawasan di Perairan Gilimanuk serta area pelayaran lainnya untuk menghindari kecelakaan kapal yang dapat membahayakan nyawa penumpang dan ABK; 2) Melakukan pelatihan dan simulasi evakuasi darurat secara rutin untuk meningkatkan kesiapan tim SAR dalam menangani kejadian kritis di laut; 3) Melakukan evaluasi terhadap keamanan pelayaran dan navigasi kapal agar dapat mengidentifikasi potensi risiko dan mencegah terjadinya insiden kapal kandas di masa depan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.41

Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, yang menewaskan korban dan menyebabkan evakuasi luas.

WHAT: Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, yang menewaskan korban dan menyebabkan evakuasi luas.
WHO: BNPB; petugas penyelamat; warga terdampak erupsi; pemerintah daerah Lumajang.
WHEN: Sabtu, 04-12-2024 00:00
WHERE: Gunung Semeru; -; -; Lumajang; Jawa Timur
HOW/Chronology: Erupsi mendadak Gunung Semeru pada 4 Desember 2024. Warga berhamburan mengungsi; 11 desa di Lumajang tertimbun abu; petugas penyelamat bekerja semalaman dan berhasil mengevakuasi 10 orang; korban tewas bertambah menjadi 13 pada 6 Desember; BNPB mengerahkan bantuan.
WHY: Letusan Gunung Semeru (aktivitas vulkanik) yang tidak diprediksi.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: properti pribadi
Meninggal: korban meninggal 11 – 22
Luka: korban luka-luka 21 – 61
Perihal: Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur sejak Sabtu (4/12) dengan korban tewas bertambah menjadi 13, pengungsi, dan ratusan cedera.
Opini: Analisis: Erupsi Semeru adalah peristiwa vulkanik signifikan dengan dampak luas terhadap desa-desa di Lumajang. Kembali bertambahnya korbannya menunjukkan kebutuhan evakuasi dan penanganan pasca-bencana yang cepat. Prediksi: Kemungkinan ada erupsi susulan dengan abu tebal dan potensi bahaya lahar, sehingga daerah sekitar lereng tetap berisiko meskipun status siaga turun. Rekomendasi: 1) Perluasan daerah evakuasi dan distribusi bantuan yang terkoordinasi; 2) Layanan kesehatan fokus pada luka bakar dan trauma; 3) Distribusi masker, helm, dan perlindungan hidung/tenggorokan untuk warga; 4) Peningkatan monitoring vulkanologi dan pembaruan informasi publik secara berkala; 5) Koordinasi lintas lembaga (BNPB, Pemprov Jatim, Pemkab Lumajang, Basarnas, PMI, TNI/Polri) untuk logistik, transportasi, dan perlindungan warga; 6) Penyiapan tempat penampungan yang aman, pasokan air bersih, makanan, dan listrik sementara; 7) Pendidikan bahaya abu vulkanik bagi warga setempat untuk mengurangi risiko paparan di masa mendatang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.

WHAT: Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.
WHO: Korban jiwa sebanyak 9 orang warga Desa Gamber; terlibat dalam penanganan: tim SAR gabungan (TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI), relawan, dan masyarakat setempat.
WHEN: Sabtu, 21-05-2016 16:48
WHERE: Gunung Sinabung, Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
HOW/Chronology: Letusan Gunung Sinabung pada 21 Mei 2016 sekitar pukul 16:48 WIB disertai awan panas yang meluncur ke Desa Gamber. Enam korban meninggal dan tiga luka bakar berat ditemukan di RSU Efarina Etaham Kabanjahe; semua korban merupakan warga Desa Gamber. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi; daerah sekitar berada di zona merah dan proses relokasi masyarakat sedang berlangsung.
WHY: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas; aktivitas warga dilarang karena bahaya erupsi dan zona merah.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 21–22 Mei 2016.
Opini: Analisis: Erupsi Sinabung menimbulkan risiko besar bagi penduduk di zona merah Desa Gamber dan sekitar, dengan korban jiwa dan luka akibat awan panas serta perlunya relokasi massal. Prediksi: Kemungkinan terjadinya letusan susulan dan lahar dingin/abu vulkanik berkelanjutan; risiko bagi petugas SAR meningkat jika evakuasi tidak sepenuhnya efektif. Rekomendasi: Perkuat dan percepat evakuasi ke tempat aman, teruskan relokasi warga dari zona berbahaya, tingkatkan pemantauan PVMBG dan koordinasi BNPB/TNI/Polri, serta sediakan bantuan dukungan jangka panjang bagi keluarga yang terdampak.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.

WHAT: Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.
WHO: 28 penumpang kapal penyeberangan tradisional; 20 selamat, 8 hilang/ditemukan meninggal; awak kapal; PT Borneo Damai Lestari (pemilik dermaga); Basarnas Balikpapan; Polri (Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Barat, Polair Kutai Barat).
WHEN: Senin, 10-11-2025 20:00
WHERE: Kapal feri tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muara Leban, Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur
HOW/Chronology: Kapal penyeberangan tradisional dengan 28 penumpang berangkat dari dermaga PT Borneo Damai Lestari di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban. Setelah memuat barang (200 sak semen) dan 28 karyawan, kapal mulai kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian sungai dan tenggelam. 20 penumpang selamat; 8 hilang/ditemukan meninggal. Korban pertama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan sekitar 06:00 WITA di 3,6 km dari kejadian; korban lain – Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), Ira (24), Pendy (30) – ditemukan di jarak 100 m–13 km. Pencarian dilanjutkan; pukul 22:19 WITA, korban ke-8 ditemukan. Semua korban dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar; operasi evakuasi disarankan ditutup.
WHY: Kelebihan muatan sehingga kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam akibat air masuk ke kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: Sungai
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal feri tenggelam di Sungai Mahakam, Kutai Barat, Kalimantan Timur; diduga karena kelebihan muatan.
Opini: Analisis: Overloading diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal feri; kurangnya pengawasan beban, keamanan, dan pemeriksaan kapasitas serta arus Sungai Mahakam yang deras dapat memperparah kejadian. Prediksi: tanpa pembatasan muatan yang ketat, pemeriksaan rutin, serta peningkatan operasional keamanan kapal, kejadian serupa bisa terulang pada penyeberangan sungai lain yang memiliki arus kuat. Rekomendasi: meningkatkan pemeriksaan kapasitas kapal sebelum berangkat, menerapkan manifest muatan secara wajib, memastikan perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik (life jackets, pelampung, alat komunikasi); memperkuat koordinasi antara Basarnas, kepolisian perairan, dan operator dermaga; pelatihan kru kapal terkait keselamatan dan evakuasi; evaluasi dan peningkatan standar operasional prosedur penyeberangan sungai.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.4

Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.

WHAT: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
WHO: Kapal feri Rafelia 2; penumpang dan kru kapal; Badan SAR Nasional (BASARNAS); pejabat setempat (Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas); Kepala BASARNAS Bambang Soelistyo.
WHEN: Jumat, 04-03-2016 13:10 WIB
WHERE: Selat Bali; Gilimanuk; Melaya; Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kapal Rafelia 2 berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang pada 12:50 WIB. Sekitar 13:10 WIB kapal bocor dan tenggelam; muatan termasuk dua truk besar, satu pickup, empat truk tronton, 18 unit truk sedang, dan empat kendaraan kecil ikut tenggelam. 71 orang dievakuasi; 10 luka-luka; 4 hilang (nahkoda, mualim 1, seorang ibu dan anak). BASARNAS mengerahkan sekitar 40 petugas SAR; pencarian lanjut dilakukan.
WHY: Kebocoran kapal menyebabkan kapal miring dan tenggelam.

Analisis Level Ancaman

Media: laut
Meninggal: –
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali.
Opini: Analisis: Kecelakaan ini terjadi saat kapal feri Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali setelah mengalami kebocoran dan miring, dengan 71 orang dievakuasi, 10 korban luka-luka, dan 4 orang belum ditemukan. Prediksi: tanpa peningkatan operasi SAR dan keselamatan pelayaran, kemungkinan korban hilang bisa bertambah dan evakuasi lebih banyak bisa tertunda. Rekomendasi: perkuat pemeriksaan kelayakan kapal dan pemeliharaan kapal, pastikan muatan didistribusikan secara aman, perbaiki koordinasi antara pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang serta pos SAR dengan pemantauan data real-time, serta latihan keselamatan dan penggunaan perlengkapan evakuasi bagi penumpang dan awak kapal.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8