Rangkuman:
WHAT: Kandasnya Kapal Motor Penumpang KMP Gerbang Samudra 2 di Selat Bali dekat Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat angin kencang dan arus laut.
WHO: KMP Gerbang Samudra 2; KMP Gerbang Samudra 5; 269 penumpang; nakhoda M. Reza Pratama HS; Basarnas; Sat Polairud Polres Jembrana; kru dek kapal
WHEN: Minggu, 22-06-2025 04:44
WHERE: KMP Gerbang Samudra 2; Gilimanuk; Kecamatan Gilimanuk; Kabupaten Jembrana; Bali
HOW/Chronology: Kandasnya KMP Gerbang Samudra 2 sekitar pukul 04:44 WITA di perairan Selat Bali, sekitar 200 meter dari Pura Segara Gilimanuk, saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Upaya penarikan menggunakan KMP Gerbang Samudra 5 dilakukan sekitar pukul 08:00 WITA, tetapi kapal belum bergerak hingga 09:00 WITA. Evakuasi dihentikan sementara untuk menunggu air pasang dan pembuangan ballast. Pada 09:15 WITA evakuasi penumpang dimulai dengan bantuan KP XI-2006 Tanjung Rening Sat Polairud Jembrana dan Basarnas; muatan terdiri dari 269 orang dan beberapa kendaraan. Hingga 11:00 WITA kapal belum bergerak dan menunggu air pasang; situasi dinyatakan kondusif; estimasi air pasang sekitar 20.00 WITA.
WHY: Angin kencang dan arus kuat dari arah selatan ke utara diduga menjadi penyebab kandasnya kapal.
Analisis Level Ancaman
Media: lautMeninggal: korban meninggal 0 – 10Luka: –Perihal: KMP Gerbang Samudra 2 kandas di Selat Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali akibat terjangan angin dan arus kuat; 269 orang dievakuasi dengan selamat.Opini: Analisis: Terjangan angin dan arus laut kuat di Selat Bali menyebabkan kapal kandas. Evakuasi melibatkan Basarnas dan Polairud, dengan situasi relatif terkendali meski upaya penarikan sempat tertunda. Prediksi: Jika cuaca buruk berlanjut atau arus kuat terulang, risiko kejadian serupa bisa meningkat dan proses evakuasi bisa memakan waktu lebih lama. Rekomendasi: tingkatkan pemantauan cuaca laut dan arus; perkuat prosedur evakuasi darat–laut dan kesiapsiagaan rescue; pastikan peralatan towing/salvage memadai; lakukan latihan evakuasi berkala; dan tingkatkan koordinasi real-time antara pelabuhan, Polairud, dan Basarnas.
Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.8
Teks asli
Terjangan angin dan arus laut yang kuat di Selat Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali. memakan korban. Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra 2 yang memuat ratusan penumpang kandas pada Minggu (22/6/2025) dini hari.
Beruntung, 269 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.44 Wita, kurang lebih 200 meter dari Pura Segara Gilimanuk.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, KMP Gerbang Samudra 2 awalnya hendak bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Namun, saat kapal bergerak maju penuh dengan haluan menghadap LCM Gilimanuk, kapal terseret arus ke perairan dangkal. Angin kencang dan arus kuat dari arah selatan ke utara diduga menjadi penyebab kandasnya kapal.
Kapal Tak Bergerak Saat Ditarik
Pada pukul 08.00 Wita, upaya penarikan kapal dilakukan dengan bantuan KMP Gerbang Samudra 5 menggunakan tali towing. Namun hingga pukul 09.00 Wita, KMP Gerbang Samudra 2 belum juga bergerak.
Proses evakuasi pun dihentikan sementara untuk menunggu air pasang kembali dan dilakukan pembuangan air ballast atau air pemberat guna meringankan kapal.
Pada pukul 09.15 Wita, proses evakuasi penumpang KMP Gerbang Samudra 2 dimulai. Petugas dari KP.XI-2006 Tanjung Rening Sat Polairud Polres Jembrana dan Basarnas dikerahkan untuk membantu proses ini, dibantu oleh kru dek kapal.
Muat 269 Orang-Puluhan Kendaraan Bermotor
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, KMP Gerbang Samudra 2 dinakhodai oleh M. Reza Pratama HS.
“Data muatan kapal masih dalam pendataan. Namun dilaporkan data awal 269 orang dan membawa 4 mobil pribadi, 3 kendaraan besar, 6 truk sedang, 4 bus sedang, 1 pikap, dan 8 sepeda motor,” ungkap Suparta saat dikonfirmasi detikBali, Minggu.
Hingga pukul 11.00 Wita, KMP Gerbang Samudra 2 masih berada di posisi semula, menunggu air pasang kembali yang diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 Wita.
“Kemungkinan pukul 20.00 Wita, merujuk pada air top pasang. Saat ini situasi sudah kondusif,” tandas Suparta.
(hsa/hsa)