Level Ancaman: 0.4

Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.

Rangkuman:
WHAT: Kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di Sungai Mahakam akibat kelebihan muatan.
WHO: 28 penumpang kapal penyeberangan tradisional; 20 selamat, 8 hilang/ditemukan meninggal; awak kapal; PT Borneo Damai Lestari (pemilik dermaga); Basarnas Balikpapan; Polri (Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Barat, Polair Kutai Barat).
WHEN: Senin, 10-11-2025 20:00
WHERE: Kapal feri tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muara Leban, Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur
HOW/Chronology: Kapal penyeberangan tradisional dengan 28 penumpang berangkat dari dermaga PT Borneo Damai Lestari di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban. Setelah memuat barang (200 sak semen) dan 28 karyawan, kapal mulai kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian sungai dan tenggelam. 20 penumpang selamat; 8 hilang/ditemukan meninggal. Korban pertama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan sekitar 06:00 WITA di 3,6 km dari kejadian; korban lain – Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), Ira (24), Pendy (30) – ditemukan di jarak 100 m–13 km. Pencarian dilanjutkan; pukul 22:19 WITA, korban ke-8 ditemukan. Semua korban dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar; operasi evakuasi disarankan ditutup.
WHY: Kelebihan muatan sehingga kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam akibat air masuk ke kapal.

Analisis Level Ancaman

Media: Sungai
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: –
Perihal: Kapal feri tenggelam di Sungai Mahakam, Kutai Barat, Kalimantan Timur; diduga karena kelebihan muatan.
Opini: Analisis: Overloading diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal feri; kurangnya pengawasan beban, keamanan, dan pemeriksaan kapasitas serta arus Sungai Mahakam yang deras dapat memperparah kejadian. Prediksi: tanpa pembatasan muatan yang ketat, pemeriksaan rutin, serta peningkatan operasional keamanan kapal, kejadian serupa bisa terulang pada penyeberangan sungai lain yang memiliki arus kuat. Rekomendasi: meningkatkan pemeriksaan kapasitas kapal sebelum berangkat, menerapkan manifest muatan secara wajib, memastikan perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik (life jackets, pelampung, alat komunikasi); memperkuat koordinasi antara Basarnas, kepolisian perairan, dan operator dermaga; pelatihan kru kapal terkait keselamatan dan evakuasi; evaluasi dan peningkatan standar operasional prosedur penyeberangan sungai.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.4

Teks asli
KOMPAS.com
– Sebuah kapal feri tenggelam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Senin (10/11/2025) malam. Penyebabnya diduga karena kelebihan muatan.
Saat kejadian, dari total 28 penumpang, sebanyak 20 orang selamat dan delapan orang dilaporkan hilang serta diduga tenggelam.
Namun berdasarkan laporan terakhir pada Rabu (12/11/2025) malam, delapan orang berhasil ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia.
Baca juga:
Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Total 8 Orang Meninggal Dunia
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan seluruh korban telah berhasil dievakuasi hingga Rabu (12/11/2025) malam.
“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Endrow pada Kamis (13/11/2025), dikutip dari
Kompas.com
.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk ditutup.
Kronologi Kapal Feri Tenggelam
Dilansir dari laman Humas Polri pada Selasa (11/11/2025), kapal penyeberangan tradisional itu tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Kampung Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kabupaten
Kutai Barat
, pada Senin malam (10/11/2025) sekitar pukul 20.00 WITA.
Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kasat Polair Polres Kutai Barat menjelaskan, peristiwa nahas tersebut bermula ketika kapal penyeberangan tradisional yang bermuatan barang dan 28 orang penumpang berangkat dari dermaga perusahaan PT Borneo Damai Lestari (BDL) di Kampung Ujoh Halang menuju Kampung Linggang Muara Leban.
Baca juga:
Ferry Tenggelam di Perairan Kutai Barat, 8 Orang Dilaporkan Hilang
Kapal tersebut diketahui mengangkut bahan material berupa 200 sak semen serta 28 karyawan perusahaan.
Setelah memuat barang dan hendak kembali ke dermaga awal, kapal yang bermuatan berat tersebut mulai kemasukan air sekitar 150 meter dari tepian Sungai Mahakam hingga akhirnya tenggelam.
“Dari hasil keterangan saksi dan motoris, air mulai masuk dari bagian depan ponton hingga akhirnya kapal tidak dapat dikendalikan dan tenggelam,” ujar Kasat Polair.
Baca juga:
Kapal Feri Bawa 165 Penumpang dari Batam Tabrak Tanker Angkut Bahan Kimia
Arus Sungai Deras Sempat Hambat Penyelaman
Endrow menceritakan, pencarian kedua menghasilkan ditemukannya korban pertama atas nama Marselus Bouk alias Cello (24) sekitar pukul 06.00 WITA sekitar 3,6 kilometer dari titik kejadian.
Selain Marselus, korban lainnya yang ditemukan adalah Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu atau Bogel (55), Ira (24), dan Pendy (30).
Jarak penemuan para korban bervariasi antara 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Menurut Endrow, penyelaman untuk mencari korban sempat dilakukan pada pukul 15.00 WITA untuk memeriksa badan kapal, namun terpaksa dihentikan karena arus sungai yang sangat deras dan berisiko bagi penyelam.
Baca juga:
Sopir Dianiaya di Dermaga Feri Waipirit Maluku, Pimpinan ASDP Akui Sudah Saling Maaf tapi Korban Tetap Lapor Polisi
Tim kemudian melanjutkan pencarian melalui penyisiran permukaan air hingga malam hari.
“Pukul 22.19 Wita, korban kedelapan atas nama Pendy ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 10,7 kilometer dari titik kejadian. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar,” tukas Endrow.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ”
Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Total 8 Orang Meninggal Dunia

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme.
Berikan apresiasi sekarang