Level Ancaman: 3.2

Penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.

Rangkuman:
WHAT: Penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.
WHO: Polda Sumut; BNPB; Basarnas; TNI; Pemda; relawan; warga terdampak.
WHEN: 24-11-2025 00:00–29-11-2025 23:59
WHERE: Banjir bandang dan longsor; Desa Aek Garoga; Batang Toru; Kabupaten Tapanuli Selatan; Sumatera Utara
HOW/Chronology: Sejak 24–29 November 2025 terjadi banjir, longsor, pohon tumbang dan angin puting beliung di Sumatera Utara. Polda Sumut menurunkan 3.553 personel untuk penanggulangan, pencarian dan penyelamatan, evakuasi, serta memastikan bantuan sampai ke warga; kerja sama dengan BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan unsur terkait; data menunjukkan 1.076 korban dan 28.427 pengungsi, dengan beberapa wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah; upaya penyediaan akses komunikasi juga dilakukan; situasi diawasi hingga normal.
WHY: Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan longsor.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: korban luka-luka >= 204
Perihal: Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (dan wilayah terkait) pada November 2025.
Opini: Analisis: Banjir bandang dan tanah longsor di Sumut menunjukkan dampak hidrometeorologi yang meluas, dengan permukiman warga terdampak dan kebutuhan evakuasi serta bantuan yang signifikan. Prediksi: Risiko banjir dan longsor dapat berlanjut jika curah hujan tinggi terus berlangsung; wilayah terdampak seperti Kabupaten Tapanuli Tengah berpotensi mengalami peningkatan korban dan pengungsi. Rekomendasi: 1) Perkuat logistik dan kapasitas evakuasi serta akses menuju daerah terdampak; 2) Perbaiki infrastruktur yang rentan, terutama drainase, jalan, dan fasilitas komunikasi; 3) Lakukan pemetaan risiko dan edukasi masyarakat soal tindakan darurat; 4) Koordinasikan dengan BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemda, relawan untuk respons terpadu; 5) Pastikan bantuan berkelanjutan dan perlindungan terhadap pengungsi serta pemantauan kesehatan.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 3.2

Teks asli
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kriminal
Data Polda Sumut: 1.076 Orang Jadi Korban Bencana Banjir-Longsor
Sebanyak 3.553 personel Polda Sumut telah diturunkan untuk membantu proses penanggulangan bencana banjir dan longsor tersebut.
30 November 2025 | 11.55 WIB
Dengarkan artikel
Bagikan
Gabung Tempo Circle
Perbesar
Permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 29 November 2025. Antara/Yudi Manar
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
KEPOLISIAN Daerah Sumatera Utara turun langsung untuk menanggulangi dampak bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Sejak 24 hingga 29 November 2025 tercatat terjadi 488 kejadian bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung di Sumatera Utara.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Ferry Walintukan mengatakan, ribuan orang menjadi korban atas tragedi tersebut. “1.076 korban serta 28.427 pengungsi,” ujar Ferry pada Sabtu, 29 November 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ferry merincikan, terdapat 147 warga meninggal, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 yang masih hilang. “Wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dan 51 masih dalam pencarian,” ucap Ferry.
Di Kota Sibolga tercatat 33 korban meninggal dan 56 orang dinyatakan hilang. “Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi,” kata Ferry.
Ferry menyatakan, 3.553 personel Polda Sumut telah diturunkan untuk membantu proses penanggulangan bencana tersebut. Menurut dia, seluruh jajaran bahkan telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi.
Menurut Ferry, situasi kemanusiaan menjadi fokus utama mereka. “Personel kami turun melakukan pencarian dan penyelamatan, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai ke masyarakat,” tutur Ferry.
Kepolisian juga turut membantu memberikan akses internet kepada warga di lokasi bencana. Polda Sumatera Utara menggunakan 5 Starlink dan 60 HT Harris dengan 1 Mobil Repeater dan 1 Mobil Komob juga 1 Drone untuk menyediakan akses internet.
Polda Sumatera Utara juga terus berkoordinasi dengan instansi lainnya dalam menanggulangi situasi bencana tersebut. “Bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan seluruh unsur terkait, kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif,” kata Ferry.
Ferry menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana hingga kondisi benar-benar pulih. “Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah,” kata Ferry.
Cuaca ekstrem mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh selama beberapa hari terakhir. Per 28 November 2025, BNPB mencatat total 174 orang meninggal dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat bencana ini.