Level Ancaman: 2.4

Banjir bandang dan longsor di Aceh

Rangkuman:
WHAT: Banjir bandang dan longsor di Aceh
WHO: Pemerintah Provinsi Aceh melalui Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh; juru bicara Murthalamuddin; Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir; warga terdampak dan pengungsi; 18 kabupaten/kota terdampak
WHEN: Kamis, 27-11-2025
WHERE: Banjir bandang; Desa Manyang Cut; Mereudu; Pidie; Aceh
HOW/Chronology: Pada Kamis 27 November 2025 banjir bandang melanda Desa Manyang Cut, Mereudu, Pidie, Aceh. Data per 30 November 2025 pukul 20:23 WIB menunjukkan 102 korban meninggal dan 116 hilang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan 292.806 pengungsi di 1.652 desa. Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh menyatakan keadaan serius; upaya evakuasi, layanan kesehatan, dan bantuan logistik diperkuat. Pemerintah juga membangun akses dan infrastruktur untuk pemulihan, termasuk rencana jembatan Bailey antara Bireuen dan Aceh Utara; penanganan lanjut dilakukan secara berkelanjutan.
WHY: Bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) yang melanda Aceh akibat cuaca ekstrem.

Analisis Level Ancaman

Skala: propinsi
Kerusakan: infrastruktur
Meninggal: korban meninggal >= 95
Luka: –
Perihal: Banjir longsor di Aceh yang melanda 18 kabupaten/kota, menewaskan 102 orang dan hilang 116 orang, dengan 526.098 jiwa terdampak dan gangguan infrastruktur.
Opini: Analisis: Banjir longsor dan banjir bandang di Aceh menimbulkan korban jiwa dan pengungsian luas, dengan dampak signifikan pada infrastruktur dan konektivitas daerah. Prediksi: tanpa mitigasi dan respons cepat, risiko bencana susulan serta gangguan pasca-bencana bisa berlanjut selama periode hidrometeorologi; Rekomendasi: 1) percepat evakuasi dan akses jalur yang terdampak, 2) perkuat logistik, layanan kesehatan, dan bantuan darurat, 3) perbaiki infrastruktur kritis seperti jembatan Bailey dan jalan utama, 4) tingkatkan koordinasi antar instansi dan relawan, 5) tingkatkan sistem peringatan dini dan evaluasi mitigasi banjir longsor jangka panjang.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 2.4

Teks asli
Search History
Update Korban Banjir Longsor Aceh: 102 Orang Meninggal, 116 Hilang
Banjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). (ANTARA FOTO/AMPELSA)
Aceh, CNN Indonesia —
Korban meninggal dunia bencana banjir longsor di Provinsi Aceh hingga Minggu (30/11) pukul 20.23 WIB mencapai 102 orang dan 116 lainnya masih dinyatakan hilang.
Data tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh hari ini (30/11).
Berdasarkan data tersebut jumlah korban meninggal tersebar di Kabupaten Bener Meriah 22 orang, Aceh Tengah 20 orang, Pidie Jaya 16 orang, Aceh Utara 10 orang, Kota Lhokseumawe 3 orang, Aceh Timur 6 orang, Subulussalam 1 orang, Aceh Tenggara 11 orang, Bireuen 11 orang dan Kabupaten Gayo Lues 2 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara 18 kabupaten kota terkena bencana banjir longsor dengan 526.098 jiwa terdampak dan 292.806 pengungsi yang tersebar di 1.652 desa.
Juru Bicara Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan angka ini menunjukkan bencana yang menerjang Aceh bukan hanya merusak infrastruktur, tapi memakan banyak korban jiwa.
“Angka ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi Aceh memberikan dampak yang sangat serius terhadap masyarakat. Pemerintah terus memperkuat upaya evakuasi, pelayanan kesehatan, dan penyediaan bantuan logistik,” kata Murthalamuddin, Minggu (30/11).
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir mengatakan sejumlah titik krusial kini dalam proses percepatan pembukaan akses, termasuk jalur Bireuen-Aceh Utara yang ditargetkan pulih dalam tiga hari lewat pembangunan Jembatan Bailey.
“Konektivitas Bireuen-Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan. Targetnya tiga hari selesai dan bisa dilalui,” kata Nasir.
Selain itu, akses Aceh Utara menuju Bener Meriah juga dikerjakan secara simultan dengan dukungan enam alat berat dari pemerintah dan pihak swasta.
Upaya serupa dilakukan pada jalur Aceh Barat Daya-Gayo Lues serta jalur Gayo Lues menuju Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.
“Aceh Tenggara sudah tembus ke Sumatra Utara. Jadi sekarang fokusnya menembus jalur tengah agar konektivitas kembali normal,” jelas Nasir.