Rangkuman:
WHAT: Pencarian dan evakuasi korban longsor di Cilacap oleh Tim SAR gabungan.
WHO: Tim SAR gabungan; korban terdampak longsor: Nilna Nur Fauziah (9) dan Wafik Nur Aini Zahra (15); warga Desa Cibeunying (Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut); 46 orang terdampak (23 selamat, 15 meninggal, 8 dalam pencarian); Basarnas Cilacap.
WHEN: Kamis, 13-11-2025 19:00 WIB
WHERE: Worksite A-2; Desa Cibeunying; Kecamatan Majenang; Kabupaten Cilacap; Jawa Tengah
HOW/Chronology: Longsor pada 13-11-2025 sekitar 19:00 WIB menimbun permukiman di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Pada hari kelima operasi (17-11-2025) ditemukan dua korban meninggal di Worksite A-2 (Nilna Nur Fauziah, 9, ditemukan 08:57; Wafik Nur Aini Zahra, 15, ditemukan 09:37); evakuasi dua sepeda motor dari Worksite B-2 (09:11). Pencarian menggunakan drone thermal, anjing pelacak, dan alat berat. Total korban terdampak 46 orang (23 selamat, 15 meninggal, 8 masih dicari).
WHY: Longsor
Analisis Level Ancaman
Skala: kabupatenKerusakan: properti pribadiMeninggal: korban meninggal 11 – 22Luka: –Perihal: Longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada 13 November 2025 sekitar pukul 19.00 WIB.Opini: Analisis: Longsor menimpa Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap; 12 rumah rusak dan 16 rumah terancam di area seluas 6,5 hektar; kedalaman longsor sekitar 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter menunjukkan kerentanan lereng serta risiko bagi penghuni di sekitar lokasi. Total terdampak 46 orang (15 meninggal, 23 selamat); respons SAR telah memakai drone thermal, anjing pelacak, dan alat berat, namun kebutuhan evakuasi, logistik, dan perlindungan warga masih tinggi. Prediksi: jika hujan berlanjut atau getaran tanah berlanjut, potensi longsor susulan tetap ada sehingga wilayah terdampak bisa bertambah dan evakuasi bisa kembali terganggu. Rekomendasi: 1) evakuasi/relokasi warga di lereng berbahaya; 2) evaluasi geoteknik dan stabilisasi lereng serta perbaikan drainase; 3) penyediaan shelter sementara, makanan, air bersih; 4) tingkatkan pemantauan dengan drone, sensor, dan posko informasi; 5) koordinasi antara Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Pemda, dan warga; 6) rencana pemukiman kembali di lokasi aman bila diperlukan; 7) edukasi keselamatan longsor dan evakuasi mandiri bagi warga.
Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.75
Teks asli
Tim SAR optimalkan pencarian korban bencana longsor di Cilacap
Senin, 17 November 2025 10:26 WIB
waktu baca 3 menit
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Worksite A-2, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari kelima operasi pencarian, Senin (17/11/2025). ANTARA/HO-Basarnas Cilacap/am.
Cilacap (ANTARA) – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengoptimalkan pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari kelima operasi SAR.
“Mudah-mudahan cuaca cerah hari ini bisa memaksimalkan pencarian hingga seluruh korban dapat segera ditemukan,” kata SAR Mission Coordinator (SMC) Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Senin.
Ia mengatakan pada operasi hari kelima tim SAR gabungan menerapkan tiga metode pencarian, yaitu pemantauan wilayah menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang diduga sebagai keberadaan korban.
Selanjutnya, pengerahan anjing pelacak untuk menyisir area permukiman yang tertimbun serta pengoperasian alat berat untuk mempercepat proses penggalian material longsor.
Sementara dalam operasi pencarian pada hari kelima, Senin (17/11), hingga pukul 10.00 WIB, tim SAR kembali menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia di Worksite A-2, yakni Nilna Nur Fauziah (9) yang ditemukan pada pukul 08.57 WIB dan Wafik Nur Aini Zahra (15) pada pukul 09.37 WIB.
Selain itu, tim SAR juga mengevakuasi dua sepeda motor yang ditemukan di Worksite B-2 pada pukul 09.11 WIB.
Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.
Berdasarkan data sementara hingga Senin (17/11). pukul 10.00 WIB, total korban terdampak longsor berjumlah 46 orang, terdiri atas 23 orang selamat, 15 meninggal dunia, dan delapan orang lainnya masih dalam pencarian.