Level Ancaman: 0.9

Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.

Rangkuman:
WHAT: Korb an awan panas akibat letusan Gunung Sinabung bertambah menjadi sembilan orang.
WHO: Korban jiwa sebanyak 9 orang warga Desa Gamber; terlibat dalam penanganan: tim SAR gabungan (TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI), relawan, dan masyarakat setempat.
WHEN: Sabtu, 21-05-2016 16:48
WHERE: Gunung Sinabung, Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
HOW/Chronology: Letusan Gunung Sinabung pada 21 Mei 2016 sekitar pukul 16:48 WIB disertai awan panas yang meluncur ke Desa Gamber. Enam korban meninggal dan tiga luka bakar berat ditemukan di RSU Efarina Etaham Kabanjahe; semua korban merupakan warga Desa Gamber. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi; daerah sekitar berada di zona merah dan proses relokasi masyarakat sedang berlangsung.
WHY: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas; aktivitas warga dilarang karena bahaya erupsi dan zona merah.

Analisis Level Ancaman

Skala: kabupaten
Kerusakan: kerusakan alam
Meninggal: korban meninggal 0 – 10
Luka: korban luka-luka 0 – 20
Perihal: Letusan Gunung Sinabung disertai awan panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 21–22 Mei 2016.
Opini: Analisis: Erupsi Sinabung menimbulkan risiko besar bagi penduduk di zona merah Desa Gamber dan sekitar, dengan korban jiwa dan luka akibat awan panas serta perlunya relokasi massal. Prediksi: Kemungkinan terjadinya letusan susulan dan lahar dingin/abu vulkanik berkelanjutan; risiko bagi petugas SAR meningkat jika evakuasi tidak sepenuhnya efektif. Rekomendasi: Perkuat dan percepat evakuasi ke tempat aman, teruskan relokasi warga dari zona berbahaya, tingkatkan pemantauan PVMBG dan koordinasi BNPB/TNI/Polri, serta sediakan bantuan dukungan jangka panjang bagi keluarga yang terdampak.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9

Teks asli
KORBAN AWAN PANAS SINABUNG BERTAMBAH MENJADI SEMBILAN ORANG
Sunday, 22 May 2016
5,167
Korban jiwa awan panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara bertambah. Data sementara dari BPBD Karo, terdapat 9 orang terlanda awan panas, dimana 6 orang meninggal dunia dan 3 orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas. Semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe. Semua korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat kejadian Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 Wib.
Nama korban meninggal dan luka-luka sebagai berikut:
Meninggal:
Luka-luka:
1. Brahim Sembiring (57). 2. Cahaya Sembiring (75). 3. Cahaya br Tarigan (45).
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya.
Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung. Letusan disertai awan panas masih sering terjadi sehingga membahayakan bagi petugas SAR.
Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi. Sejak 31/10/2014, Desa Gamber direkomendasikan sebagai daerah berbahaya dan masyarakatnya harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas, termasuk untuk mengolah lahan pertanian di Desa Gamber, apalagi saat status Awas. Sebanyak 1.683 KK (4.967 jiwa) masyarakat di 4 desa harus direlokasi tahap kedua yaitu Desa Gamber, Kuta Tonggal, Gurukinayan, dan Berastepu.
Sambil menunggu proses relokasi, maka masyarakat ditempatkan di hunian sementara, dimana BNPB memberikan bantuan sewa rumah sebesar Rp 3,6 juta/KK/tahun dan sewa lahan pertanian sebesar Rp 2 juta/KK/tahun. Saat ini proses relokasi masih dilakukan. Adanya keterbatasan lahan menyebabkan relokasi tidak dapat dilakukan secara cepat.
Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah menginstruksikan kepada Bupati Karo agar segera mengambil langkah-langkah yang cepat guna mengosongkan zona merah. Patroli, penjagaan dan sosialisasi agar ditingkatkan. Aparat agar lebih tegas melarang masyarakat menerobos zona merah. Sebab ancaman Gunung Sinabung bukan hanya letusan disertai awan panas, tetapi juga banjir lahar dingin. TRC BNPB memberikan pendampingan kepada BPBD Karo. BNPB terus memberikan bantuan kepada Pemda Karo. Total bantuan dana siap pakai yang telah diberikan BNPB untuk penanganan erupsi G.Sinabung sejak September 2013 hingga sekarang mencapai lebih dari Rp 360 milyar.
Aktivitas vulkanik masih tetap tinggi. Potensi letusan susulan disertai luncuran awan panas juga masih berpeluang terjadi di sisi timur, tenggara dan selatan.
Adanya suplai magma dari perut Gunung Sinabung maka guguran lava yang menghasilkan awan panas umumnya terjadi setelah pertumbuhan kubah lava. Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB