Rangkuman:
WHAT: Kejadian keributan dan penyerangan terhadap anggota TNI oleh WN China di area PT SRM, Kalimantan Barat.
WHO: Belasan WN China; pengamanan sipil PT SRM; anggota TNI Yonzipur 6/SD Anjungan; Imran Kurniawan (Chief Security PT SRM); Polsek Tumbang Titi
WHEN: Minggu kemarin, sekitar pukul 15:40 WIB
WHERE: PT SRM; Desa Pemuatan Batu; Kecamatan Tumbang Titi; Ketapang; Kalimantan Barat
HOW/Chronology: Pengamanan PT SRM sedang bertugas ketika melihat drone di area Perusahaan. Sekitar 15:40 WIB, 300 meter dari pintu PT SRM, empat WN China yang menerbangkan drone didatangi. Saat pengamanan maupun TNI turun, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya membawa sajam dan airsoft gun menyerang enam anggota. Pelaku menyerang until kalah jumlah lalu melarikan diri. Satu sajam diamankan; satu mobil dan satu sepeda motor perusahaan dirusak. Polsek Tumbang Titi telah dihubungi untuk penyelidikan.
WHY: Motif belum diketahui; diduga terkait penerbangan drone dan serangan terhadap petugas keamanan.
Analisis Level Ancaman
Senjata: senjata tajam dan airsoft gunSarana: mobilMetode: terorganisirJaringan: individu atau kelompok terbatasDukungan: berdiri sendiriBisnis: tak berbisnisSkill: terlatihJenis Aktor: bukan negaraKepentingan: lain-lainIntensitas: sesekaliKomitmen: terencanaInstrumen: fisikTarget: anggota TNI
Perihal: Keributan melibatkan 15 Warga Negara Asing asal China di kawasan perusahaan pertambangan emas di Kalimantan Barat. Mereka diduga melakukan perusakan, penyerangan terhadap anggota TNI, serta merusak kendaraan perusahaan.
Opini dan Prediksi: Analisa: 1) Aksi kerusuhan ini melibatkan individu atau kelompok terbatas, bukan terorganisasi secara besar; 2) Tidak adanya hubungan dengan jenis bisnis tertentu menunjukkan motif aksi lebih ke konflik personal daripada kepentingan ekonomi; 3) Tingkat kekerasan dengan senjata tajam dan airsoft gun menandakan intensitas aksi yang tinggi namun bersifat sesekali; 4) Pelaku diduga memiliki keahlian terlatih dalam penggunaan senjata karena efektivitas serangan tersebut; 5) Komitmen terencana terlihat dari penggunaan senjata tajam dan aksi koordinasi dalam menyerang anggota TNI; 6) Target aksi adalah anggota TNI, menunjukkan adanya sasaran spesifik dalam kejadian tersebut.Prediksi: 1) Diperlukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif sebenarnya di balik keributan tersebut; 2) Kemungkinan adanya ketegangan yang berlanjut antara pihak perusahaan dan Warga Negara Asing terkait; 3) Kehadiran anggota polisi perlu diperkuat untuk mencegah eskalasi konflik di wilayah tersebut; 4) Peningkatan keamanan dan pemantauan terhadap kelompok Warga Negara Asing di area pertambangan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.Rekomendasi: 1) Koordinasi antara pihak keamanan perusahaan, TNI, dan aparat kepolisian perlu ditingkatkan untuk memastikan keamanan di kawasan pertambangan; 2) Melakukan peningkatan pemantauan terhadap aktivitas dan interaksi antara Warga Negara Asing dengan pihak lokal untuk mencegah konflik yang merugikan kedua belah pihak; 3) Pelaksanaan pendekatan dialogis untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut; 4) Perlu dipertimbangkan tindakan hukum terhadap pelaku keributan sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.
Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.49
Teks asli
Jakarta, CNN Indonesia —
Setidaknya sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Chinaterlibat keributan di kawasan perusahaan pertambangan emas di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) akhir pekan lalu.
Belasan WN China itu diduga melakukan perusakan hingga penyerangan, termasuk terhadap anggota TNI.
Setidaknya lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan perusahaan dirusak kelompok WNA tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku berbekal senjata tajam (sajam) dan airsoft gun dalam aksinya tersebut.
Lihat Juga :
Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan, menjelaskan penyerangan terjadi di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, pada Minggu kemarin, sekitar pukul 15.40 WIB.
Kronologi kejadiannya bermula pada pukul 15.30 WIB, anggota pengamanan sipil PT SRM sedang melaksanakan tugas jaga. Terlihat aktivitas penerbangan moda nirawak atau drone di sekitar area PT SRM.
Kemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, anggota pengamanan perusahaan bersama anggota TNI langsung menemui empat WNA yang menerbangkan drone.
“Saat anggota pengamanan kami dan anggota TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya. Mereka membawa empat bilah sajam [senjata tajam] dan air softgun, serta alat setrum,” kata Imran, Minggu, seperti dikutip dari detikKalimantan.
Kendaraan properti PT SRM yang rusak akibat penyerangan belasan WN China di Ketapang, Kalbar. (Dok. Istimewa via Detikcom)
TNI sedang latihan
Imran menjelaskan soal keberadaan anggota TNI turut dalam tim pengamanan perusahaan mendekati WN China yang menerbangkan drone.
Dia bilang lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) Anjungan yang ada di lokasi. Dan pada saat itu, mereka akhirnya ikut melakukan pengejaran terhadap WN China yang menjadi pilot drone.
“Saat anggota pengamanan kami mengejar pilot drone, lima anggota Yonzipur 6/SD yang ada di lokasi kejadian karena mereka sedang dalam kegiatan LDS (latihan dasar satuan) di PT SRM. Jadi total ada enam yang mengejar pilot drone,” beber Imran.
Belasan WN China tiba-tiba menyerang
Kemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, anggota pengamanan langsung menemui empat WNA yang menerbangkan drone.
“Saat anggota pengamanan kami dan anggota TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya. Mereka membawa empat bilah sajam dan airsoft gun, serta alat setrum,” kata Imran.
Para WN China ini, kata Imran, langsung melakukan penyerangan terhadap enam anggota menggunakan senjata tajam. Sebab kalah jumlah dan menghindari benturan, anggota yang melakukan pengejaran langsung berlari menuju area perusahaan.
“Yang jelas, kejadian ini terjadi setelah pihak kami mengejar pilot atau orang yang menerbangkan drone. Motif menerbangkan drone atau penyerangan belum diketahui,” ujar Imran.
Lihat Juga :
Mobil dan sepeda motor perusahaan dirusak
Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan mengatakan kendaraan properti perusahaan tambang emas itu rusak akibat keributan terkait belasan WN China itu. Dia bilang kendaraan properti perusahaannya dirusak belasan WN China itu.
“Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China,” kata Imran, Minggu.
Akibat kejadian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada mobil dan sepeda motor milik PT SRM.
“Anggota pengamanan kami sudah mengamankan satu sajam sebagai barang bukti. Kami pun sudah menghubungi pihak Polsek Tumbang Titi. Sudah ada anggota polsek yang datang untuk mendalami kejadian,” ujar dia.