Level Ancaman: 0.91

Gerakan protes nasional Indonesia Gelap.

Rangkuman:
WHAT: Gerakan protes nasional Indonesia Gelap.
WHO: Ribuan mahasiswa, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
WHEN: Hari Senin, 17-02-YYYY (tahun tidak disebutkan).
WHERE: Patung Arjuna Wiwaha di perempatan Jl Medan Merdeka Barat dan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
HOW/Chronology: Ribuan mahasiswa melakukan protes nasional yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap situasi di Indonesia. Aksi protes dilakukan di berbagai kota dan didukung oleh Aliansi BEM SI, dengan aksi terpusat di Jakarta di sekitar Patung Arjuna Wiwaha.
WHY: Adanya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya, serta pandangan bahwa Indonesia menuju kegelapan bukan visi Indonesia Emas.

Analisis Level Ancaman

Senjata: tanpa senjata
Sarana: tanpa kendaraan
Metode: terorganisir
Jaringan: nasional
Dukungan: dalam negeri
Bisnis: tak berbisnis
Skill: terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: politik
Intensitas: insidental
Komitmen: terencana
Instrumen: fisik
Target: individu sipil

Perihal: Aksi protes nasional Indonesia Gelap terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya

Opini dan Prediksi: Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya aksi protes ini bisa meliputi ketidakpuasan publik terhadap situasi di Indonesia, pertumbuhan gerakan mahasiswa dan mahasiswa yang diorganisir dengan baik oleh BEM SI, serta penggunaan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan dan koordinasi. Pelaku dari aksi ini adalah individu sipil yang terlatih dalam menyampaikan aspirasi politik. Penyebab terjadinya aksi protes ini mungkin karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan visi Indonesia Emas, merasa bahwa negara sedang menuju kegelapan. Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pemerintah seharusnya lebih responsif terhadap aspirasi publik, bersikap transparan, dan mendorong dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.91

Teks asli
JAKARTA – Ketidakpuasan publik terhadap situasi di Indonesia saat ini telah memicu berbagai gerakan protes terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya.

Salah satu gerakan tersebut adalah aksi protes nasional bernama Indonesia Gelap, yang berlangsung pada 17 Februari.

Ribuan mahasiswa turun ke jalan di berbagai kota, dikoordinasikan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Demonstrasi ini diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari dengan aksi serentak di berbagai daerah.

Di Jakarta, aksi terpusat di sekitar Patung Arjuna Wiwaha di perempatan Jl Medan Merdeka Barat dan Jl MH Thamrin, berdekatan dengan kawasan Monumen Nasional (Monas).

Protes ini juga menjadi tren di media sosial dengan gambar lambang negara Garuda Pancasila berlatar belakang hitam dan bertuliskan tagar #IndonesiaGelap, yang dikenal sebagai Garuda Hitam.

Para pengunjuk rasa menilai bahwa Indonesia tidak sedang menuju visi Indonesia Emas, melainkan justru menuju kegelapan.

Pada tahun 2024, berbagai meme bermunculan, menyindir bahwa alih-alih Indonesia Emas, slogan yang lebih tepat adalah Indonesia Cemas, atau bahkan Indonesia Lemas.

THE JAKARTA POST/ASIA NEWS NETWORK