Rangkuman:
WHAT: Erupsi Gunung Semeru disertai letusan sekitar 300 meter di atas puncak.
WHO: Gunung Semeru; PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi); Pos Pengamatan Gunung Semeru; masyarakat sekitar.
WHEN: Jumat, 17-10-2025 22:14
WHERE: Gunung Semeru, -, -, Lumajang, Jawa Timur
HOW/Chronology: Erupsi terjadi pada Jumat (17/10/2025) pukul 22.14 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 m di atas puncak. Kolom abu putih–kelabu tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 136 detik. Gunung Semeru tercatat mengalami delapan erupsi sejak pukul 07.52 hingga 22.14 WIB. PVMBG mempertahankan status Waspada (Level II) dan mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi warga di sekitar Besuk Kobokan dan sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak.
WHY: Aktivitas vulkanik alami Gunung Semeru.
Analisis Level Ancaman
Skala: kabupatenKerusakan: kerusakan alamMeninggal: korban meninggal 0 – 10Luka: korban luka-luka 0 – 20Perihal: Gunung Semeru erupsi disertai letusan setinggi 300 meter di atas puncak pada Jumat malam; status Waspada (Level II) serta rekomendasi pembatasan aktivitas di zona-zona berbahaya sekitar Besuk Kobokan dan sepanjang aliran sungai hingga 13 km dari puncak.Opini: Analisis: Erupsi Gunung Semeru yang menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter menunjukkan aktivitas vulkanik menengah dengan potensi bahaya beragam seperti awan panas, lahar, dan lontaran batu di zona-zona rawan. Prediksi: Aktivitas erupsi berpotensi berlanjut dengan fluktuasi intensitas; risiko meningkat pada musim hujan melalui lahar hujan di lembah sungai sekitar puncak. Rekomendasi: patuhi rekomendasi PVMBG; hindari aktivitas di sektor tenggara hingga 8 km dari puncak, hindari 3 km dari kawah, dan hindari 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak; waspadai awan panas, guguran lava, dan lahar hujan; tingkatkan pemantauan, koordinasi evakuasi, dan edukasi masyarakat mengenai tindakan darurat.
Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.9
Teks asli
Gunung Semeru kembali erupsi disertai letusan pada Jumat malam
Jumat, 17 Oktober 2025 22:52 WIB
waktu baca 2 menit
Gunung Semeru erupsi disertai letusan setinggi 300 meter di atas puncak pada Jumat (17/10/2025) malam. ANTARA/HO-PVMBG
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi disertai letusan setinggi 300 meter di atas puncak pada Jumat malam.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, pukul 22.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 mdpl,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.
Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 136 detik,” katanya.
Berdasarkan data petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami erupsi sebanyak delapan kali pada Jumat sejak pukul 07.52 WIB hingga 22.14 WIB.
Ia menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujarnya.
Mukdas mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.