Level Ancaman: 0.52

Ancaman bom terhadap dua sekolah internasional: Jakarta Nanyang School dan Mentari Internasional School (MIS).

Rangkuman:
WHAT: Ancaman bom terhadap dua sekolah internasional: Jakarta Nanyang School dan Mentari Internasional School (MIS).
WHO: Jakarta Nanyang School; Mentari Internasional School (MIS); Kepolisian Resor Tangerang Selatan beserta tim Jibom dan Gegana Brimob Polda Metro Jaya; pelaku diduga orang tak dikenal yang mengirim ancaman melalui WhatsApp dan email.
WHEN: Selasa, pagi hari untuk Jakarta Nanyang School; siang hari untuk MIS.
WHERE: Jakarta Nanyang School, -, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten; Mentari Internasional School (MIS), Pondok Aren, -, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
HOW/Chronology: Ancaman bom diterima melalui WhatsApp dan email di kedua sekolah. Polisi dari Polres Tangerang Selatan bersama Jibom dan Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi dan pengecekan di kedua lokasi sekolah. Hasilnya tidak ditemukan bahan peledak atau bom.
WHY:

Analisis Level Ancaman

Senjata: bahan peledak
Sarana: tanpa kendaraan
Metode: tidak terorganisir
Jaringan: individu
Dukungan: tidak diketahui
Bisnis: bahan peledak
Skill: tidak terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: lain-lain
Intensitas: insidental
Komitmen: tidak terencana
Instrumen: kombinasi
Target: fasilitas kesehatan

Perihal: Ancaman bom terhadap dua sekolah bertaraf internasional di Tangerang Selatan.

Opini dan Prediksi: Ancaman bom terhadap sekolah-sekolah internasional kemungkinan dilakukan oleh individu yang tidak terorganisir dan tidak memiliki keahlian dalam pembuatan atau penanganan bahan peledak. Ancaman tersebut mungkin bermotivasi oleh faktor personal atau keluhan tidak terkait dengan ideologi atau politik. Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, penting untuk meningkatkan pengawasan keamanan di sekitar sekolah dan menggalakkan kesadaran masyarakat dalam melaporkan informasi yang mencurigakan kepada pihak berwenang secepatnya. Peningkatan kerja sama antara institusi pendidikan, kepolisian, dan pihak terkait juga menjadi kunci dalam mencegah ancaman keamanan yang bersifat insidental seperti ini.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.52

Teks asli
Tangerang Selatan (ANTARA) – Dua sekolah bertaraf internasional yakni Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Internasional School (MIS), Kota Tangerang Selatan, Banten mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal.

Ancaman keamanan tersebut, dikirim melalui pesan WhatsApp dan surat elektronik atau e-mail ke dua sekolah itu.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang di Tangerang, Selasa membenarkan perihal adanya ancaman ledakan bom tersebut.

“Betul, ada ancaman bom di dua sekolah tersebut. Di Jakarta Nanyang School dan Mentari Internasional School (MIS),” ucapnya.

Ia mengatakan, ancaman keamanan itu diterima dua sekolah yakni Jakarta Nanyang School di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Internasional School (MIS) di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurutnya, bila situasi kedaruratan itu terjadi dengan rentang waktu yang berbeda. Di mana ancaman tersebut pertama kali dikirim ke Jakarta Nanyang School.

“Di Jakarta Nanyang School mendapat kiriman ancaman bom pada pagi hari. Sedangkan di sekolah Mentari siang hari,” tuturnya.

Victor mengatakan, tim kepolisian dari Polres Tangerang Selatan bersama Jibom, Gegana dari Brimob Polda Metro Jaya telah diturunkan untuk melakukan sterilisasi dan pengecekan di tempat kejadian. Tim melakukan penyisiran di dua lokasi sekolah internasional yang mendapat ancaman bom.

“Hasilnya tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya di Sekolah Mentari Interkultural School dan Jakarta Nanyang School. Ancaman itu dikirim melalui WhatsApp dan email,” ungkapnya.

Dia mengimbau, kepada masyarakat jika mendapatkan informasi adanya gangguan Kamtibmas atau teror, segera dapat melaporkan ke pihak Kepolisian.

“Pihaknya akan segera turun dan menangani, untuk memastikan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan,” kata dia.