Level Ancaman: 0.93

Aksi seruan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu terkait efisiensi program Makan Bergizi Gratis di Simpang Lima, Ratu Samban.

Rangkuman:
WHAT: Aksi seruan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu terkait efisiensi program Makan Bergizi Gratis di Simpang Lima, Ratu Samban.
WHO: Puluhan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Presiden Mahasiswa UMB Muhammad Mufti Hasyid.
WHEN: Hari Rabu, 19-02-2025 Sore.
WHERE: Simpang Lima, Ratu Samban, Bengkulu, Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
HOW/Chronology: Puluhan mahasiswa UMB melakukan aksi seruan mimbar bebas dengan spanduk bertuliskan ‘Efesiensi Ndasmu’ dan ‘Gemoy Berulah’. Presiden Mahasiswa UMB menyampaikan ketidaksesuaian program Makan Bergizi Gratis dengan kebutuhan masyarakat, serta menuntut perubahan kebijakan Presiden terkait efisiensi program KIP kuliah dan reformasi agraria. Aksi ini juga dilakukan di desa Padang Kuas, kabupaten Seluma, terkait permasalahan agraria.
6. Mengapa terjadi: Mahasiswa melakukan aksi ini untuk menyuarakan tuntutan terhadap efisiensi program Makan Bergizi Gratis yang dianggap tidak efektif serta menuntut perubahan kebijakan terkait KIP kuliah dan reformasi agraria untuk meningkatkan prioritas-program yang dianggap lebih dibutuhkan.

Analisis Level Ancaman

Senjata: tanpa senjata
Sarana: tanpa kendaraan
Metode: terorganisir
Jaringan: lokal
Dukungan: dalam negeri
Bisnis: tak berbisnis
Skill: terlatih
Jenis Aktor: bukan negara
Kepentingan: politik
Intensitas: kadang-kadang
Komitmen: terencana
Instrumen: fisik
Target: individu sipil

Perihal: Aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggelar aksi seruan untuk efisiensi makan bergizi gratis.

Opini dan Prediksi: Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya peristiwa ini antara lain adalah ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah terkait program makan bergizi gratis yang dianggap tidak efisien dalam menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pelaku dari aksi ini adalah mahasiswa yang berkomitmen untuk menuntut perubahan kebijakan dan reformasi dalam bidang pendidikan serta agraria. Untuk mencegah terulangnya peristiwa ini di masa depan, pemerintah sebaiknya lebih proaktif mendengar aspirasi masyarakat, berdialog dengan pihak-pihak terkait, dan melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap program-program sosial yang ada.

Level ancaman relatif terhadap keamanan nasional = 0.93

Teks asli
BENGKULU – Puluhan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) gelar aksi seruan mimbar bebas dengan menuntut kebijakan dari Presiden RI terhadap efesiensi makan bergizi gratis (MBG), di Simpang Lima, Ratu Samban, Rabu (19/02/2025) Sore.

Pantauan Bengkulunews di lokasi, puluhan mahasiswa ini membawa spanduk yang bertuliskan ‘Efesiensi Ndasmu’ dan ‘Gemoy Berulah’.

Presiden Mahasiswa UMB, Muhammad Mufti Hasyid, mengungkapkan bahwa MBG tersebut tidak ada kaitan yang besar terhadap masyarakat.

“Dimana hari ini, pagi siswa mendapatkan makan bergizi tetapi siang tidak tahu makan apa, ibu tidak tahu mencari gas serta bapak tidak tahu untuk bayar pajak, hingga sang anak tidak bagaimana berkuliah,” ungkapnya.

Kemudian, ujar Mufti, efisiensi tersebut juga menyangkut KIP kuliah juga akan di efesiensi, dari 1 juta yang harus mendapatkan KIP kuliah, di babas hingga 600.000 mahasiswa yang akan masuk di perguruan tinggi.

“Ini catatan bagi kami sebagai mahasiswa, seharusnya ini menjadi program prioritas presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Aksi kali, sambung Mufti, ada tiga tuntutan seperti impres, mengubah pendidikan gratis yang awalnya program pendukung menjadi program prioritas, dan reformasi agraria.

Lebih lanjut, selain mengadakan aksi di simpang lima ini, Mufti menuturkan pihaknya juga melakukan aksi di desa Padang Kuas, kabupaten Seluma.

“Itu juga terdampak dari permasalahan agraria,” tambahnya.

Kedepannya, Mufti akan memastikan aksi ini akan diadakan lebih lanjut, serta membawa masa yang lebih banyak.

“Setelah ini bakal ada konsolidasi yang lebih besar, bakalan ada yang harus kami lakukan sebagai mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan Prabowo,” tutup Mufti.